Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Konten Tarot Trending, Kenapa Muncul Pro Kontra?

Imron Arlado • Minggu, 15 Februari 2026 | 18:47 WIB
Konten Tarot Trending, Tapi Tidak Semua Setuju.
Konten Tarot Trending, Tapi Tidak Semua Setuju.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Fenomena konten tarot semakin ramai menghiasi media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Dari ramalan cinta, keuangan, hingga masa depan karier, konten ini banyak diminati terutama oleh kalangan muda.

Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menjadi tempat utama para kreator tarot membagikan pembacaan kartu secara singkat dan menarik.

Video tarot sering dikemas dengan visual estetik, musik menenangkan, dan narasi yang terasa personal. Banyak penonton mengaku merasa “terhubung” dengan pesan yang disampaikan, meskipun pembacaan tersebut ditujukan secara umum.

Namun dibalik popularitasnya, konten tarot juga memicu perdebatan di masyarakat, popularitas yang didorong Algoritma dan Rasa Ingin Tahu

Konten tarot menjadi viral karena beberapa faktor. Salah satunya adalah algoritma media sosial yang cenderung mempromosikan konten dengan tingkat interaksi tinggi.

Video tarot sering mendapat banyak komentar karena penonton merasa relate dengan pesan yang diberikan.

Selain itu, tarot menawarkan pengalaman yang bersifat personal. Kalimat seperti “ini mungkin pesan untuk kamu yang sedang galau” atau “akan ada perubahan besar dalam hidupmu” mudah menarik perhatian karena bersifat universal.

Bagi sebagian orang, tarot dianggap sebagai hiburan, refleksi diri, atau bahkan bentuk motivasi. Konten tersebut memberi harapan, rasa tenang, dan dorongan emosional, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi ketidakpastian.

Meski populer, konten tarot juga menuai kritik. Beberapa pihak menilai tarot dapat mempengaruhi cara berpikir, terutama jika dianggap sebagai kebenaran mutlak.

Kekhawatiran muncul ketika seseorang menjadi terlalu bergantung pada ramalan untuk mengambil keputusan penting.

Ada juga yang menilai konten tarot berpotensi menyesatkan jika tidak disikapi secara bijak. Sebab, tarot pada dasarnya bersifat interpretatif dan tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat diverifikasi.

Selain itu, sebagian masyarakat memiliki pandangan budaya dan kepercayaan tertentu yang tidak sejalan dengan praktek tarot, sehingga memicu perbedaan pendapat.

Baca Juga: Pemilihan Koko Cici Cilik 2026, Jadi Juara Buah Kepercayaan Diri

Dari sudut pandang psikologis, ketertarikan pada tarot dapat dijelaskan melalui fenomena yang dikenal sebagai “efek barnum”, yaitu kecenderungan seseorang merasa bahwa deskripsi umum sangat relevan dengan dirinya secara pribadi.

Pesan tarot yang bersifat luas memungkinkan banyak orang merasa terhubung, meskipun sebenarnya pesan tersebut tidak spesifik.

Namun, para ahli menekankan bahwa selama tarot dipandang sebagai hiburan atau refleksi diri, bukan sebagai penentu keputusan utama, dampaknya cenderung tidak berbahaya.

Konten tarot kini menjadi bagian dari ekosistem digital yang terus berkembang. Kreator tarot bahkan mampu membangun komunitas besar dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan melalui live streaming, konsultasi pribadi, dan monetisasi konten.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang bagi berbagai bentuk ekspresi dan kepercayaan.

Pada akhirnya, konten tarot akan tetap menjadi topik yang memancing pro dan kontra. Bagi sebagian orang, tarot adalah hiburan dan motivasi. Namun bagi yang lain, tarot adalah sesuatu yang perlu disikapi dengan hati-hati.

Yang terpenting, masyarakat diharapkan tetap berpikir kritis dan tidak sepenuhnya bergantung pada konten digital dalam menentukan arah kehidupan mereka.

CINDY

Editor : Imron Arlado
#karier #tarot #media sosial #cinta #ramalan #konten