Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Masihkah Radio Bertahan di Tengah Gempuran Spotify dan Podcast?

Imron Arlado • Jumat, 13 Februari 2026 | 13:55 WIB

Bagi generasi muda, radio mungkin bukan pilihan utama untuk mendengarkan musik.
Bagi generasi muda, radio mungkin bukan pilihan utama untuk mendengarkan musik.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – World Radio Day atau Hari Radio Sedunia jatuh pada 13 Februari 2026. 

Peringatan ini ditetapkan UNESCO untuk merayakan peran audio sebagai media informasi, edukasi dan hiburan yang menjangkau masyarakat luas, bahkan hingga pelosok yang sulit tersentuh internet.

Namun pada 2026, masihkah relevan radio bertahan di era Spotify dan Podcast?

Di tengah dominasi platform streaming seperti Spotify dan maraknya podcast digital, radio memang tak lagi menjadi satu-satunya sumber hiburan audio. Kini orang bisa memilih lagu sendiri, memutar ulang episode favorit, atau mendengarkan konten tanpa iklan.

Tetapi radio mempunyai kekuatan yang berbeda, siaran langsung dan kedekatan emosional.

Suara penyiar yang menyapa pendengar setiap pagi atau menemani perjalanan pulang kerja menghadirkan rasa kebersamaan yang sulit digantikan algoritma.

 

Baca Juga: Lansia Pedagang Es Dawet di Mojokerto Difitnah Cabuli Siswi SD, Tak Jualan Tiga Hari, Trauma Diancam Dilaporkan Polisi

 

Radio tak hanya menyediakan music saja, beberapa hal yang tersedia dalam radio adalah:

Hari Radio Sedunia menjadi pengingat bahwa radio masih menjadi media penting paling mudah diakses secara global. Dibandingkan internet yang membutuhkan kuota dan jaringan stabil, radio cukup dengan frekuensi dan perangkat sederhana.

Di beberapa daerah, radio masih tetap menjadi sumber informasi saat bencana, media komunikasi komunitas, sarana produksi UMKM lokal, dan ruang diskusi publik yang inklusif.

Tema Hari Radio Sedunia juga menyoroti bagaimana radio beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk transformasi ke siaran daring dan aplikasi streaming studio.

 

Baca Juga: Jaksa di Mojokerto Tuntut Sopir Truk 15 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Asusila juga Dibebani Denda Rp 500 Juta

Bagi generasi muda, radio mungkin bukan pilihan utama untuk mendengarkan musik. Tetapi dalam konteks lokalitas, kecepatan informasi, dan sentuhan personal, radio tetap memiliki tempat tersendiri.

NENSI

Editor : Imron Arlado
#radio day #13 Februari #spotify #radio #unesco #mojokerto