JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Warga di sejumlah wilayah di Tangerang dibuat resah setelah air PDAM yang digunakan mengeluarkan aroma tak sedap. Insiden ini diduga kuat berkaitan dengan gudang pestisida yang terjadi di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.
Air baku bagi PDAM Kota maupun Kabupaten Tangerang bersumber dari Sungai Cisadane. Selain itu, sungai Jalantreng juga terkena imbas dari kejadian tersebut, kini sungai itu ikut tercemar oleh pestisida.
Pihak Perumda Tirta Benteng menjelaskan bahwa aliran air baku dari Sungai Cisadane menunjukkan tanda-tanda pencemaran bahan kimia berbahaya, seperti bau yang menyengat, permukaan air yang berminyak, dan ditemukannya ikan-ikan yang mati mendadak.
Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Dody Efendi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menghentikan operasi seluruh instalasi pengolahan air untuk mencegah dampak lebih lanjut kepada masyarakat.
Baca Juga: Akses Bukit Batu Bintang di Ngoro Mojokerto Sempat Tertutup Longsor
Sementara itu, aparat kepolisian juga turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan tingkat pencemaran.
Kapolres Tangerang yang berada di lokasi, Kombes Jauhari, menyampaikan bahwa masyarakat diminta berhati-hati dan tidak mengonsumsi ikan mati yang ditemukan di sungai, karena dikhawatirkan telah terkontaminasi zat kimia hasil kebakaran.
"Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tidak mengkonsumsi ikan-ikan yang mati karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya," kata Kombes Jauhari, Selasa (10/2/2026) dikutip berbagai sumber.
Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan mengendalikan hama pertanian. Jenisnya beragam, seperti insektisida untuk serangga, fungisida untuk jamur, herbisida untuk gulma dan rodentisida untuk hama pengerat.
Meski membantu meningkatkan hasil pertanian, pestisida sebenarnya berbahaya bila terpapar langsung pada manusia atau mencemari lingkungan.
Paparan pestisida dapat terjadi jika bahan ini mengenai kulit, terhirup, atau ikut mencemari makanan yang sudah tercemar. Zat kimia ini dapat merusak sel tubuh dan mengganggu fungsi berbagai organ.
Beberapa gangguan kesehatan yang muncul diantaranya, iritasi kulit, keracunan, masalah reproduksi, gangguan kehamilan sekaligus mengganggu perkembangan janin, hingga risiko penyakit serius seperti parkinson dan kanker.
Air sungai yang tercemar pestisida dapat membahayakan kehidupan akuatik dan dapat menganggu kesimbangan ekosistem.
Air yang terkontaminasi bisa memengaruhi tanaman air, menurunkan kadar oksigen terlarut, serta menyebabkan perubahan fisik dan perilaku pada ikan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan populasi ikan dan mengurangi keanekaragaman hayati di sungai. ASIKHA
Editor : Imron Arlado