JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Musim mudik lebaran selalu menjadi momentum besar di setiap tahunnya bagi masyarakat Indonesia.
Pada mudik 2026, pemerintah melalui korps lalu lintas Polri kembali menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, terutama di Tol Trans Jawa untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan akan sangat tinggi.
Sistem one way adalah rekayasa lalu lintas di mana semua kendaraan di arahkan bergerak satu arah di jalur tol.
Tujuannya adalah untuk memaksimalkan kapasitas jalan dan mengurangi konflik antar kendaraan, sehingga arus lalu lintas dapat lebih cepat.
Pada mudik sebelumnya, one way ini diterapkan dari Km 70 di Tol Jakarta-Cikampek samapai dengan Km 414 di Kalikangkung (Jawa Tengah).
Dengan skema ini, kendaraan dari arah Jakarta menuju arah Timur bisa bergerak tanpa bertemu dengan kendaraan arah sebaliknya.
Berbeda dengan one way, contraflow adalah sistem di mana sebagian jalur jalan tol dibuka untuk lalu lintas arus utama. Misalnya, jalur yang biasanya untuk arah keluar kendaraan justru digunakan untuk membantu arus mudik, agar jalan lebih lancar dan tidak terjadi kepadatan.
Pada contoh penerapan sebelumnya, contraflow diberlakukan di titik tertentu seperti antara Km 47 sampai Km 70 Tol Jakarta–Cikampek agar mengurangi kemacetan di titik-titik rawan.
Selain one way dan contraflow, Korlantas juga menyiapkan sistem ganjil genap di beberapa kawasan tol dan titik-titik tertentu untuk mengatur kendaraan dari arah perkotaan menuju tol.
Tips agar mudik lebih nyaman
- Berangkat lebih awal (H3-H1 Lebaran)
- Cek kondisi kendaraan
- Siapkan rute cadangan sebelum berangkat
- Perhatikan informasi resmi dari pihak kepolisian
TISA
Editor : Imron Arlado