JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bantuan pangan non tunai (BPNT) merupakan salah satu program bantuan dari pemerintah yang bertujuan untuk membantu keluarga yang tidak mampu.
Namun, masih banyak masyarakat yang mengeluh BPNT tak kunjung cair meski merasa sudah terdaftar sebagai penerima. Sehingga kondisi ini menimbulkan kebingungan sekaligus keresahan, terutama bagi keluarga yang bergantung pada bantuan tersebut.
Salah satu penyebab utama BPNT tidak cair adalah ketidaksesuaian data penerima. Jika terdapat perbedaan data, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak valid, perubahan alamat, atau status kependudukan yang belum diperbarui maka penyaluran bantuan bisa tertunda atau bahkan bisa sampai gagal cair.
Selain itu, status ke pesertaan yang tidak aktif juga kerap menjadi kendala. Pemerintah secara rutin melakukan evaluasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial.
KPM yang dinilai sudah tidak memenuhi kriteria menerima bantuan ganda, atau tidak lagi terdata sebagai keluarga rentan berpotensi dikeluarkan dari daftar penerima. Hal ini kerap tidak disadari oleh masyarakat karena kurangnya informasi terkait perubahan status tersebut.
Kendala pada kartu keluarga sejahtera dan rekening bank penyalur juga menjadi faktor penting. Biasanya BPNT di salurkan lewat bank-bank himbara seperti BRI,BNI, Mandiri, dan BTN.
Kartu yang rusak, terblokir, belum aktif atau bahkan rekening yang bermasalah dapat menghambat pencairan saldo bantuan. Dalam beberapa kasus, KPM harus melakukan verifikasi ulang atau penggantian kartu agar bantuan bisa digunakan lagi.
Faktor berikutnya adalah masalah teknis dalam sistem penyaluran. Proses penyaluran BPNT melibatkan banyak tahapan, mulai dari penetapan daftar penerima hingga penerimaan saldo ke rekening masing-masing penerima. Gangguan sistem perbankan juga dapat menyebabkan bantuan belum masuk sesuai dengan pekiraan masyarakat.
Perbedaan penyaluran antar daerah juga sering menimbulkan anggapan bahwa BPNT tidak cair. Nyatanya pencairan bantuan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kesiapan daerah masing-masing.
Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, masyarakat dihimbau untuk tidak mudah percaya pada kabar yang beredar di media sosial terkait jadwal pencairan BPNT. Langkah terbaik untuk mengetahui informasi BPNT, dengan langsung melakukan pengecekan melalui pendamping PKH/BPNT, Kantor desa atau kelurahan. TISA
Editor : Imron Arlado