JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Valentine atau Hari Kasih Sayang merupakan salah satu momen paling dinanti setiap tahunnya untuk merayakan cinta dan kasih sayang bersama pasangan, keluarga, maupun sahabat.
Seiring perkembangan zaman, perayaan ini kini tidak hanya dimaknai secara romantis, tetapi juga berkembang menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang yang lebih luas di tengah masyarakat.
Hari Valentine diperingati setiap tanggal 14 Februari di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lainnya.
Momen ini kerap dimanfaatkan sebagai ajang mengekspresikan perhatian dan rasa sayang dalam berbagai bentuk, mulai dari pertemuan sederhana hingga pemberian hadiah.
Selain saling bertukar hadiah dengan pasangan, masyarakat juga memanfaatkan Valentine untuk menunjukkan perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga diri sendiri. Fenomena ini terutama terlihat pada kalangan anak muda dan pengguna media sosial, yang menjadikan Hari Kasih Sayang sebagai sarana berbagi pesan positif dan apresiasi.
Momentum Valentine turut dimanfaatkan oleh pelaku usaha, khususnya UMKM. Beragam produk bertema Hari Kasih Sayang, mulai dari hampers, makanan, hingga kerajinan tangan, banyak ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin berbagi perhatian di momen tersebut.
Namun, dibalik semarak perayaan Valentine, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada, terutama terhadap aktivitas penipuan daring. Riset yang dilakukan Kaspersky mengungkapkan adanya peningkatan berbagai skema penipuan online yang kerap menyasar konsumen menjelang Hari Valentine.
“Waktu perayaan selalu ditandai dengan meningkatnya jumlah penipuan. Skema yang digunakan sebagian besar bersifat standar, namun sangat mudah beradaptasi dengan tren yang sedang berkembang,” ujar Olga Svistunova, pakar keamanan di Kaspersky.
Salah satu modus yang marak terjadi adalah penipuan berkedok penjualan perhiasan secara online. Para pelaku membuat situs web palsu yang menyerupai toko daring ternama, seperti Amazon, dengan menawarkan perhiasan berharga miring dan diskon besar.
Situs-situs palsu tersebut dirancang agar terlihat meyakinkan, lengkap dengan tampilan profesional dan deskripsi produk yang menarik. Namun, ketika calon pembeli memasukkan data login dan kata sandi akun mereka, informasi tersebut justru dicuri oleh pelaku penipuan.
Tak hanya perhiasan, bunga mawar dan hadiah berupa gadget juga kerap dijadikan sasaran. Penipu memanfaatkan tingginya permintaan dengan menawarkan produk berharga murah melalui situs palsu. Setelah pembayaran dilakukan, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim, sementara uang korban langsung raib.
Di tengah euforia perayaan Hari Valentine, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dan berhati-hati, khususnya dalam berbelanja secara daring. Dengan kewaspadaan dan kehati-hatian, momen Hari Kasih Sayang diharapkan tetap menjadi ajang berbagi perhatian dan kepedulian yang aman, nyaman, serta bermakna bagi semua pihak. NESTI
Editor : Imron Arlado