JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Ratusan rumah warga di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, rusak akibat bencana tanah retak yang memicu kepanikan warga, dengan total 465 bangunan terdampak dan 250 di antaranya mengalami kerusakan berat.
Di tengah situasi tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung guna meninjau warga yang terdampak pada Jumat (6/2/2026).
Dalam kunjungannya, Luthfi menyampaikan kepada warga bahwa mereka tidak perlu memikirkan kembali rumah lama karena kondisi tanah di lokasi tersebut masih labil dan berpotensi membahayakan.
Luthfi juga menegaskan bahwa barang-barang warga akan diamankan serta dipindahkan ke tempat yang dinilai aman.
Ia menambahkan bahwa proses pengurusan sertifikat tanah akan dibantu oleh pemerintah. Sehingga warga dijanjikan mendapatkan hunian baru beserta legalitasnya. Hal ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam membantu warga yang terdampak untuk relokasi ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Kelebihan Muatan, Perahu Pengangkut Sound Horeg Tenggelam di Sidoarjo
“Bapak Ibu tidak usah memikirkan rumah yang di sana. Tanahnya masih bergerak dan sangat berbahaya. Barang-barang nanti akan kami amankan dan dipindahkan,” ujar Luthfi di depan warga.
“Sertifikat nanti akan diurus. Ibu Bapak tidak perlu khawatir, akan dapat rumah berikut sertifikatnya,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Gibran juga sempat menyampaikan bahwa ia telah meninjau kondisi rumah-rumah warga dan melihat sendiri retakan pada jalan yang nilainya sangat membahayakan. Karena itu, ia mengimbau warga untuk tidak kembali ke area yang terdampak.
Baca Juga: Ratusan Rumah Warga Rusak Akibat Tanah Bergerak di Tegal
Gibran juga menyoroti perlunya perlindungan ekstra bagi kelompok rentan. Menurutnya, aspek keselamatan, harus menjadi prioritas utama, termasuk memastikan kebutuhan pangan terpenuhi, suplai obat-obatan tetap tersedia, serta tenaga medis seperti dokter dan bidan tetap siaga penuh sepanjang hari.
Dari tingkat daerah, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur terkait.
Dalam rapat koordinasi darurat di Posko Terpadu Kesehatan Desa Padasari pada Rabu (4/2/2026), ia meminta agar upaya antisipasi dan pencegahan ditingkatkan guna menghindari potensi bencana susulan yang belum terjangkau.
Ischak juga menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama melalui upaya pemantauan dan evakuasi ke tempat aman.
Sementara itu, Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB) melaporkan adanya peningkatan jumlah warga yang mengungsi.
Hingga Minggu, 8 Februari 2026 tercatat 2.453 warga Desa Padasari meninggalkan rumah mereka dan berpindah ke sejumlah tempat pengungsian.
BNPB menyatakan bahwa tim mereka telah bersiaga di lokasi terdampak untuk mendampingi pemerintah daerah serta menyalurkan bantuan berupa logistik dan makanan. ASIKHA
Editor : Imron Arlado