Kelebihan Muatan, Perahu Pengangkut Sound Horeg Tenggelam di Sidoarjo

Imron Arlado • Dipublikasikan Senin, 9 Februari 2026 | 20:29 WIB
Sound horeg tenggelam saat tradisi Nyadran di Sidoarjo
Sound horeg tenggelam saat tradisi Nyadran di Sidoarjo

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Insiden perahu yang mengangkut sound horeg tenggelam saat pelaksanaan tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Perahu tersebut mengangkut sound system berukuran besar lengkap dengan lighting dan mesin genset. Selain itu, lebih dari 10 orang turut menaiki perahu dan bahkan sempat berjoget selama melintas di Bantaran Sungai Balongdowo.

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono menerangkan bahwa beban muatan perahu diduga melebihi kapasitas dengan perkiraan beban sound horeg saja sudah mencapai satu ton. "Kira-kira beratnya sound saja itu satu ton. Terus yang naiki mungkin 10-an orang," ujarnya.

 

Baca Juga: Rasapura Sunrise Mall Mojokerto Hadirkan Gurihnya Tahu Tek Legendaris

 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang perahu berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga sekitar.

Namun, perangkat sound horeg beserta peralatannya tenggelam di Bantaran Sungai. Akibat kejadian itu, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, terutama dari kerusakan perangkat audio dan mesin genset. Seluruh peralatan sound horeg yang tenggelam akhirnya berhasil dievakuasi.

Insiden ini juga sempat terekam video dan viral di media sosial. Banyak warganet yang menyoroti penggunaan sound horeg berukuran besar di atas perahu yang dinilai sangat berisiko dan membahayakan keselamatan.

 

Baca Juga: Gubernur DKI Setop Penggunaan Atap Seng pada Rusun Baru, Mengapa?

Meski sempat terganggu, rangkaian tradisi Nyadran tetap dilanjutkan. Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Sidoarjo sebagai bentuk doa bersama dan ungkapan rasa syukur yang rutin dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan.

Peristiwa tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan budaya ke depan dapat dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang serta tetap mengutamakan aspek keselamatan. PUTRI

Editor : Imron Arlado
Perahu Tenggeelam Horeg Nyadran sidoarjo