JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sebuah perahu yang mengangkut seperangkat alat pengeras suara atau sound horeg dilaporkan tenggelam di sungai kawasan Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Peristiwa tersebut terjadi saat tradisi Nyadran yang digelar warga Desa Balongdowo, Candi, menjelang bulan suci Ramadhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu yang memuat sound horeg berukuran besar itu tampak miring sebelum akhirnya oleng dan tenggelam.
Seluruh perangkat sound system beserta sejumlah peralatan elektronik lainnya ikut terjatuh ke dalam sungai.
Baca Juga: Mobil MBG Tabrak Pagar SD di Kebumen, Sopir Ngamuk dan Lukai Belasan Warga
Perahu tersebut diketahui merupakan milik salah satu peserta tradisi Nyadran. Saat kejadian, perahu digunakan untuk mengangkut sound horeg yang biasa dipakai sebagai pengiring hiburan dalam rangkaian tradisi tahunan tersebut.
Diduga, perahu mengalami over kapasitas akibat muatan yang cukup besar. Kondisi ini membuat perahu kehilangan keseimbangan saat melintas di aliran Sungai Balongdowo.
Baca Juga: Mobil MBG Tabrak Pagar SD di Kebumen, Sopir Ngamuk dan Lukai Belasan Warga
Kepanikan sempat terjadi ketika perahu mulai oleng. Dalam hitungan detik, perangkat speaker berukuran besar langsung merosot dan jatuh ke dalam air. Sejumlah warga yang berada di atas perahu pun terpaksa terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga sekitar kemudian bergotong royong membantu proses evakuasi peralatan yang tenggelam.
Baca Juga: Nasib Sopir MBG yang Mengamuk dan Pukuli Warga Usai Tabrak Pagar Sekolah
Sebagai informasi, tradisi Nyadran merupakan kegiatan rutin yang digelar warga Desa Balongdowo setiap tahun menjelang Ramadhan. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu, diiringi musik dan hiburan sebagai wujud ungkapan syukur sekaligus pelestarian budaya lokal.
Setelah insiden tersebut, rangkaian kegiatan Nyadran dilaporkan tetap berlangsung dengan situasi yang kondusif. RICA
Editor : Imron Arlado