JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) terlibat insiden di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kendaraan tersebut menabrak gerbang sebuah sekolah dasar Negeri Clapar, pada Jumat (6/2/2026).
Insiden terjadi di wilayah Kecamatan Karanggayam. Berdasarkan keterangan warga, mobil MBG tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menabrak gerbang sekolah dasar.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak mobil dengan ban yang sudah pecah masih tetap di gas. Ketika hendak ditolong warga, ASW malah mengamuk dan menyerang 15 orang.
Baca Juga: Rasapura Sunrise Mall Mojokerto Hadirkan Gurihnya Tahu Tek Legendaris
Beruntungnya, saat kejadian, kondisi sekolah dilaporkan dalam keadaan kosong sehingga tidak ada siswa yang menjadi korban tabrakan.
Polisi menyebut sopir angkutan MBG diduga mengemudi secara ugal-ugalan dan berada di bawah pengaruh alkohol atau tengah mengalami masalah pribadi.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera mendatangi mobil untuk memberikan pertolongan dan mengamankan situasi.
Baca Juga: Prinsip 3R sebagai Lifestyle, Dari Kebiasaan Menjadi Kebijakan
Namun, sopir justru menunjukkan perilaku agresif. Ia diduga mengamuk dan memukul warga yang berusaha mendekat. Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan.
Salah satu saksi mata mengatakan bahwa situasi sempat memanas karena sopir sulit dikendalikan. “Warga awalnya ingin membantu, tapi sopirnya tiba-tiba marah dan memukul orang-orang di sekitar,” ujarnya.
Rekaman video yang beredar di media sosial itu juga memperlihatkan ketegangan di lokasi kejadian, tampak warga berupaya menenangkan sopir sekaligus menjauhkan masyarakat lain agar tidak terjadi bentrokan lebih lanjut.
Baca Juga: Prinsip 3R sebagai Lifestyle: Habis Manis, Sepah Bermanfaat
Aparat kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi kemudian mengamankan sopir untuk mencegah tindakan lanjutan serta melakukan pemeriksaan awal. Para korban luka juga telah mendapat penanganan medis.
Dugaan awal diketahui, ASW tidak sedang mengantar MBG pada saat insiden terjadi. Ia membawa mobil SPPG untuk keperluan pribadinya. ASW diduga mabuk pada saat menyetir. Polisi juga membenarkan bahwa ASW memang benar sopir pengantar MBG.
Baca Juga: Tujuh Nyawa Melayang di Jalan Nasional Area Mojokerto
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Sementara itu, beberapa warga yang mengalami luka juga sudah ditangani medis. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta adanya evaluasi terhadap pengawasan operasional kendaraan program publik.
Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan polisi memastikan penanganan kasus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado