JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari. Seorang warga di Kabupaten Pacitan, meninggal dunia.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,99 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Baca Juga: Penonaktifan PBI-JK di Mojokerto Didasarkan Penyesuaian Data
Sejumlah warga mengaku merasakan getaran selama beberapa detik yang disertai bunyi gemuruh.
Kepanikan sempat terjadi, terutama di permukiman padat penduduk. Banyak warga memilih bertahan di luar rumah hingga situasi dinilai aman. Hingga beberapa jam setelah kejadian, gempa susulan dilaporkan masih terasa meski dengan kekuatan yang lebih lemah.
Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan langkah cepat dengan menurunkan petugas ke lapangan.
Baca Juga: Dua Situs Peninggalan Era Majapahit di Mojokerto Bakal Dipugar
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Radite Suryo Anggono melaporkan ada satu warga meninggal dunia bernama Joko Santoso (53), warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo.
"Dampak gempa dini hari tadi, terdapat satu warga yang meninggal dunia," Ucapnya mengonfirmasi
Saat itu, korban sempat duduk dan berbincang dengan tetangga setelah guncangan keras terjadi. Namun, saat ia hendak berdiri tiba-tiba tubuhnya jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri. Warga pun segera membawanya ke puskesmas terdekat.
Baca Juga: Outing Class di Mojokerto Bakal Dikemas Wisata Sejarah
Selain korban jiwa, BPBD Pacitan menerima laporan adanya kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.
Petugas melakukan pemantauan wilayah terdampak, pendataan awal kerusakan bangunan, serta memastikan tidak ada warga yang terjebak atau membutuhkan evakuasi darurat.
Laporan sementara menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang pada beberapa rumah warga, seperti retak pada dinding dan plafon. Meski demikian, pendataan masih terus dilakukan untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh.
Baca Juga: Puluhan Situs di Gunung Penanggungan Mojokerto Aman dari Longsor
Aparat desa dan relawan turut dilibatkan guna mempercepat proses pemeriksaan di daerah terpencil.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber resmi.
Warga juga diimbau menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang membahayakan keselamatan. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado