Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jelang Ramadan, Harga Beras, Minyak, dan Gula Alami Kenaikan, Simak Selengkapnya

Imron Arlado • Jumat, 6 Februari 2026 | 19:01 WIB
Jelang Ramadan, Harga Beras, Minyak, dan Gula Alami Kenaikan.
Jelang Ramadan, Harga Beras, Minyak, dan Gula Alami Kenaikan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sejumlah bahan kebutuhan pokok di berbagai daerah mulai mengalami kenaikan harga.

Tiga komoditas utama yang paling terasa kenaikannya adalah beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena ketiganya merupakan bahan pokok yang selalu dibutuhkan, terutama saat Ramadhan.

Kenaikan harga terpantau terjadi secara bertahap sejak beberapa pekan terakhir. Di sejumlah pasar tradisional, harga beras medium naik antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram.

Sementara itu, beras premium mengalami kenaikan yang lebih tinggi, bergantung pada merek dan kualitas.

Untuk minyak goreng, baik kemasan maupun curah, harganya juga menunjukkan tren meningkat.

Minyak goreng kemasan sederhana kini dijual di kisaran Rp15.500 hingga Rp17.000 per liter, naik dibandingkan bulan sebelumnya.

Minyak goreng curah pun mengalami penyesuaian harga akibat meningkatnya permintaan dan distribusi yang belum sepenuhnya stabil.

Gula pasir tak luput dari kenaikan. Harga gula pasir lokal di pasar tradisional berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.500 per kilogram, naik sekitar Rp1.000 dari harga normal.

Pedagang menyebut pasokan yang terbatas dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga serta industri kecil sebagai pemicu utama kenaikan harga gula.

Menurut para pedagang, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan, di mana konsumsi bahan pangan biasanya melonjak.

Selain itu, faktor cuaca yang mempengaruhi produksi, biaya distribusi, serta fluktuasi harga di tingkat produsen turut berkontribusi.

Baca Juga: Pencairan TPG Guru Madrasah di Mojokerto Masih Buram

Pemerintah melalui instansi terkait menyatakan telah memantau pergerakan harga bahan pokok jelang Ramadan.

Sejumlah langkah disiapkan untuk menjaga stabilitas harga, seperti operasi pasar, penguatan stok cadangan pangan, serta distribusi bahan pokok ke daerah-daerah yang mengalami lonjakan harga signifikan.

Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Pemerintah juga mengajak pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar demi menjaga stabilitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah Ramadhan.

Dengan berbagai upaya pengendalian yang dilakukan, diharapkan harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga masyarakat dapat menyambut bulan Ramadhan dengan lebih tenang dan khusyuk.

CINDY

 

Editor : Imron Arlado
#kebutuhan pokok #2026 #ramadhan #harga #naik