JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 akan resmi dibuka besok (06/02). Olimpiade ini akan berlangsung selama 17 hari mulai 6-22 Februari 2026.
Acara ini akan diresmikan di Stadion San Siro, Milan. Olimpiade ini akan berlangsung di berbagai tempat di Italia bagian utara.
Mengutip laman Britannica, Olimpiade Musim Dingin pertama kali diselenggarakan di Chamonix, Prancis. Sejak 1928, ajang olahraga ini diadakan tiap 4 tahun sekali.
Awalnya Olimpiade Musim Dingin hanya diikuti negara-negara barat, seperti negara-negara di Eropa dan Amerika Utara. Namun, kini Olimpiade Musim Dingin diikuti oleh negara-negara di luar Eropa, termasuk negara-negara tanpa musim dingin seperti Malaysia dan Singapura.
Ketua Panitia Penyelenggara Milano Cortina 2026, Giovanni Malagò, menyatakan bahwa inovasi ini mencerminkan konsep "Olimpiade Tersebar" yang diusung Italia dalam edisi kali ini.
"Ini bukan sekadar teknis, tapi pesan tentang harmoni antara kemajuan kota besar dan perlindungan ekosistem pegunungan kita," ujar Malagò dalam konferensi pers di Main Press Centre (MPC) Milan, Rabu (4/2/2026).
Terdapat 16 cabang olahraga yang diperlombakan di Milano-Cortina 2026 diantaranya Snow Board, Skeleton, Lompat Ski dan cabang olahraga terbarunya yaitu Ski Mountaineering.
Dilansir dari Nawacita, Estimasi biaya total penyelenggaraan sekitar €5,2 miliar (sekitar Rp100+ triliun). Memang bukan jumlah yang sedikit, tetapi anggaran tersebut mencakup pembangunan/peningkatkan infrastruktur, venue, kerja logistik, dan berbagai biaya operasional lainnya.
Sekitar 90 Negara mengirimkan delegasinya untuk berpartisipasi di event ini, atlet dari ASEAN pun turut hadir dan meramaikan acara Olimpiade Musim Dingin di Italia tersebut. Diantaranya Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam yang mengirimkan perwakilan masing-masing di cabang seperti ski dan short track.
Negara kuat tradisional seperti Norwegia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Swedia, Swiss, dan Italia (tujuan tuan rumah) juga hadir dengan membawa tim besar.
Mengapa Indonesia tidak pernah ikut serta sepanjang gelaran Olimpiade Musim Dingin?
Alasan yang paling utama adalah berkaitan dengan iklim. Kita semua tahu bahwa Indonesia beriklim tropis, tentu akan menjadi kesulitan jika atlet Merah Putih harus bertanding di tengah cuaca ekstrim yang sangat dingin.
Alasan lainnya minimnya sarana dan prasarana. Beberapa cabang olahraga musim dingin harus didukung dengan adanya fasilitas seperti lintasan es atau arena bersalju. Namun hal itu masih sangat jarang ditemui di Indonesia. RIRA
Editor : Imron Arlado