JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Harga minyak dunia mengalami kenaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Hal ini memicu kekhawatiran baru di pasar energi global.
Hal tersebut langsung berdampak pada sentimen investor karena meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang sangat penting bagi pasokan minyak dunia.
Awal Februari 2026, pasar merespons pernyataan Trump dengan kenaikan harga minyak mentah. Minyak mentah AS (West Texas Intermediate/WTI) naik sekitar 3,05% berada di kisaran USD 65,14 per barel.
Sedangkan minyak Brent menjadi acuan global dan mengalami kenaikan sekitar 3,16% seitarUSD 69,46 per barel.
Kenaikan terjadi setelah Trump menyampaikan peringatan bahwa waktu Iran semakin sedikit terkait perundingan nuklir. Ucapan itu menyebabkan kekhawatiran konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat memanas dan berpotensi mengganggu pasokan minyak Timur Tengah.
Pasar minyak sangat sensitif terhadap isu geopolitik. Terutama melibatkan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara AS dan Iran muncul sebagai risiko geopolitik, dimana ada kekhawatiran akan terganggunya distribusi minyak dunia.
Baca Juga: Waspada Penipuan! Cara Mudah Membedakan Kode Redeem Free Fire Asli dan Palsu
Karena kawasan ini memiliki jalur strategis seperti Selat Hormuz. Dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. Jika jalur tersebut terganggu, akan berdampak secara luas di pasar energi dunia.
Jadi, para pelaku pasar cenderung menaikkan harga kontrak minyak ketika risiko konflik sedang meningkat meski belum ada gangguan pasokan secara nyata. Masih kemungkinan gangguan saja sudah cukup untuk mendorong harga naik.
Namun, pergerakan harga minyak tidak selalu satu arah. Setelah atau sebelumnya melonjak, harga minyak juga sempat mengalami penurunan yang cukup tajam saat munculnya sinyal positif dari diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Keseluruhannya, kenaikan harga minyak dunia kali ini menunjukkan bahwa pernyataan politik dan hubungan internasional masih menjadi faktor utama mempengaruhi pergerakan harga global.
Walaupun pasokan minyak belum terganggu, reaksi pasar terhadap potensi risiko tetap membuat harga perlahan bergerak naik.
LULUS
Editor : Imron Arlado