Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tragedi Anak SD Gantung Diri di NTT, Alarm Penting Kesehatan Mental Anak

Imron Arlado • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:23 WIB
Anak berusia 10 tahun ditemukan gantung diri di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Anak berusia 10 tahun ditemukan gantung diri di Nusa Tenggara Timur (NTT)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa sekolah dasar berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia diduga gantung diri pada Kamis, 29 Januari 2026.

Korban ditemukan menggantung di sebuah pohon cengkeh yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar dan meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban.

YBR diketahui sempat meninggalkan surat tulisan tangan dengan gambar anak menangis yang ditujukan kepada sang ibu sebagai pesan perpisahan.

 

 

Berdasarkan informasi sementara, korban diduga mengalami tekanan emosional karena keinginannya untuk dibelikan buku tulis tidak terpenuhi, akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Meski demikian, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut dan tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi kondisi psikologis korban.

Tragedi ini menuai keprihatinan luas dari berbagai pihak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menekankan pentingnya perhatian serius terhadap kesehatan mental anak, serta perlunya pendampingan dari keluarga dan lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa terulang.

 

 

Tanda-Tanda Stres atau Depresi pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Anak sering kali belum mampu mengungkapkan tekanan emosional yang ia rasakan. Oleh sebab itu, perubahan perilaku anak menjadi sinyal penting yang perlu diperhatikan orang tua dan guru, di antaranya:

Orang tua dan guru diimbau untuk lebih peka dan sering mendengarkan anak tanpa menghakimi, menghindari perbandingan, serta memberikan rasa aman bahwa perasaan anak itu penting dan valid.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa anak-anak juga bisa lelah secara mental dan perhatian kecil bisa menjadi penyelamat besar. PUTRI

Editor : Imron Arlado
#Nusa Tenggara Timur (NTT) #Depresi Anak #anak sd #kesehatan mental #gantung diri