JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa sekolah dasar berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia diduga gantung diri pada Kamis, 29 Januari 2026.
Korban ditemukan menggantung di sebuah pohon cengkeh yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar dan meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban.
YBR diketahui sempat meninggalkan surat tulisan tangan dengan gambar anak menangis yang ditujukan kepada sang ibu sebagai pesan perpisahan.
Berdasarkan informasi sementara, korban diduga mengalami tekanan emosional karena keinginannya untuk dibelikan buku tulis tidak terpenuhi, akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Meski demikian, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut dan tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi kondisi psikologis korban.
Tragedi ini menuai keprihatinan luas dari berbagai pihak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menekankan pentingnya perhatian serius terhadap kesehatan mental anak, serta perlunya pendampingan dari keluarga dan lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa terulang.
Tanda-Tanda Stres atau Depresi pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Anak sering kali belum mampu mengungkapkan tekanan emosional yang ia rasakan. Oleh sebab itu, perubahan perilaku anak menjadi sinyal penting yang perlu diperhatikan orang tua dan guru, di antaranya:
- Perubahan emosi: sering sedih, mudah menangis, mudah marah, atau menarik diri
- Perubahan di sekolah: enggan berangkat sekolah, prestasi menurun, tampak cemas berlebihan
- Perubahan fisik: gangguan tidur, nafsu makan menurun, mudah Lelah
- Ucapan mengkhawatirkan: merasa tidak berguna, merasa bersalah berlebihan, atau mengatakan ingin menghilang
- Sikap sosial: merasa tidak diperhatikan, takut merepotkan orang tua, kehilangan minat bermain
Orang tua dan guru diimbau untuk lebih peka dan sering mendengarkan anak tanpa menghakimi, menghindari perbandingan, serta memberikan rasa aman bahwa perasaan anak itu penting dan valid.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa anak-anak juga bisa lelah secara mental dan perhatian kecil bisa menjadi penyelamat besar. PUTRI
Editor : Imron Arlado