JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Berita sedih menyelimuti kepolisian Indonesia atas berpulangnya Meriyati Roeslani Hoegeng di usia ke 100 tahun. Ia merupakan sosok inspiratif sekaligus istri Kapolri ke-5, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Semasa hidupnya ia dikenal masyarakat dengan nama Merry Roeslani atau Merry Hoegeng. Ia dilahirkan pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda, dari pasangan dr. Mas Soemarko Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke Van Stuwe.
Hoegeng dan Merry yang memiliki ketertarikan pada dunia seni membawa keduanya bertemu dalam sebuah sandiwara radio berjudul “Saijah dan Adinda,” adaptasi dari novel Max Havelaar karya Multatuli. Dengan demikia, mereka sering bertemu di ruang latihan lalu membuat mereka semakin akrab hingga tumbuh benih cinta di antara keduanya.
Baca Juga: Persaingan Makin Ketat! Indonesian Idol 2026 Hadirkan Talenta Muda Penuh Kejutan
Kemudian, Hoegeng menikahi Merry pada 13 Oktober 1946. Pernikahan keduanya tersebut dikaruniai tiga anak: Rany Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujing Rahayu.
Dalam sejarah indonesia suami dari Merry Hoegeng, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso merupakan tokoh yang terkenal akan kejujurannya, memiliki integritas tinggi dan merupakan seorang yang tegas menolak adanya tindakan korupsi.
Merry Hoegeng sendiri disebut sebagai pribadi yang rendah hati, hidup dengan sederhana, dan berpegang teguh pada nilai kejujuran, sebuah prinsip yang dipegang kuat juga oleh keluarga Hoegeng.
Baca Juga: Indonesian Idol 2026 Tak Sekadar Kompetisi Pencarian Bakat, Tapi Juga untuk Buktikan Hal Ini
Selama perjalanan Hoegeng menjabat di institusi kepolisian, Merry senantiasa menjadi pendukung setianya. Diceritakan bahwa Merry menghadapi segala konsekuensi dari ketegasan dan prinsip suaminya dengan ikhlas. Hal ini membuat Merry menjadi tokoh penting yang tidak bisa dilepaskan dari kisah heroik suaminya.
Dilansir dari berbagai sumber, Merry dan sang suami menjalani hari tua mereka dengan membuka usaha lukis untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga sekaligus membesarkan ketiga anak mereka. Selain itu, pasangan ini pun dikenal kerap tampil berduet menyanyikan lagu-lagu bernuansa Hawaii dalam program “The Hawaiian Seniors” di TVRI. Kemudian, keduanya menetap di Depok hingga pada tahun 2004 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso mengembuskan napas terakhir.
Pada tahun 2025 Merry sempat merilis sebuah biografi yang merekam perjalanan hidupnya, berjudul “Meriyati Hoegeng: 100 Tahun Langkah Setia Pengabdian”. Buku itu diluncurkan bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-100. Penulis buku tersebut merupakan sang cucu, Krisnadi Ramajaya Hoegeng.
Mendiang Merry dikebumikan di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu 4 Februari 2026 dan dihadiri beberapa tokoh penting, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang turut menyampaikan penghormatan terakhir.
“Sebagaimana tugas pokok dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja. Banyak hal yang kami kenang dari keluarga Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri, terima kasih atas warisan nilai-nilai luhur yang telah diberikan. Warisan almarhum Hoegeng Iman Santoso akan terus menjadi api semangat bagi keluarga besar Polri,” tutur Sigit. ASIKHA
Editor : Imron Arlado