Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemerintah Kawal Ketat Harga Daging Sapi Jelang Ramadhan 2026

Imron Arlado • Rabu, 4 Februari 2026 | 17:22 WIB
Petugas memantau harga daging sapi di pasar menjelang Ramadhan 2026
Petugas memantau harga daging sapi di pasar menjelang Ramadhan 2026

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah memperketat pengawasan harga daging sapi menjelang Ramadhan 2026 menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat dan potensi kenaikan harga di pasar.

Seluruh pelaku usaha, termasuk Rumah Potong Hewan (RPH), diminta tidak menaikkan harga secara sepihak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti memainkan harga daging sapi jelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Seluruh RPH tidak boleh menaikkan harga daging,” tegas Amran dalam keterangan resminya, Selasa (03/2/2026).

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan adanya dinamika harga daging sapi yang dipengaruhi oleh faktor pasokan, permintaan musiman, serta kebijakan stabilisasi pangan.

Meski demikian, rata-rata harga nasional masih berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp135.000 per kilogram dan dinilai masih terkendali.

 

 

Pergerakan Harga Daging Sapi di Pasar Modern Jelang Puasa

DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan harga tertinggi, mencapai Rp208.400 per kilogram. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat perkotaan serta biaya distribusi dan operasional pasar modern

Papua menempati posisi berikutnya dengan harga Rp200.950 per kilogram, dipengaruhi faktor geografis dan keterbatasan pasokan. Sementara Bali mencatat harga Rp 191.000 per kilogram seiring meningkatnya konsumsi dari sektor pariwisata. Beberapa wilayah lain seperti Maluku dan Kalimantan Timur berada di kisaran Rp190.000 per kilogram.

Di Pulau Jawa, Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing mencatat harga Rp 187.200 dan R180.250 per kilogram. Di Yogyakarta menjadi salah satu provinsi dengan harga relatif lebih rendah, yakni 179.550 per kilogram.

Dalam hal ini, pemerintah telah menetapkan harga tertinggi daging sapi siap potong dari perusahaan penggemukan (feeddloter) Rp 55.000 per kilogram.

Sementara, harga sapi yang tiba di RPH tidak boleh lebih dari Rp 56.000 per kilogram. Semua pengusaha penjagalan sapi juga diperintahkan menjaga harga daging potong sehingga harga daging di pasaran maksimal Rp 130.000 per kilogram.

“Pemerintah ingin memastikan harga sapi dan daging tetap stabil, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” jelasnya.

 

Amran menjelaskan,pemerintah tak akan mentolansi pihak-pihak yang memainkan harga daging dengan memanfaatkan tingginya permintaan masyarakat di hari Ramadhan dan Idul Fitri.

Di sisi lain, beberapa daerah mulai menghadapi tantangan di lapangan, yang melaporkan adanya aksi pedagang sapi, sehingga dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga jika tidak segera diantisipasi.

Untuk memastikan harga daging terkendali, Pemerintah melalui Amran meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri dan stakeholder terkait menggelar operasi pengawasan distribusi dan stok daging sapi di seluruh daerah.

Polisi mesti memantau dengan ketat RPH yang diduga menaikkan harga daging dengan ancaman tindakan tegas.

“Satgas Pangan kami minta turun langsung memeriksa RPH yang memainkan harga. Jika ditemukan pelanggaran, akan dilakukan penindakan tegas,” ujar Amran.

Ia juga meminta feedloter tidak memasok sapi ke RPH yang tidak mau mematuhi aturan pemerintah. “Ini bentuk penertiban agar stabilisasi harga berjalan efektif,” ujar dia. Masyarakat pun diminta tetap tenang karena pasokan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan 2026. NESTI

Editor : Imron Arlado
#rph #stok pangan #ramadhan 2026 #Kementrian Pertanian #harga pangan #satgas pangan #ekonomi #harga daging sapi