Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gunung Semeru Jadi Favorit Wisatawan, Begini Dampak Ekonomi Bagi Warga Sekitar

Imron Arlado • Rabu, 4 Februari 2026 | 17:18 WIB
Gunung Semeru sebagai Destinasi Wisata Alam dan Dampaknya bagi Ekonomi Lokal.
Gunung Semeru sebagai Destinasi Wisata Alam dan Dampaknya bagi Ekonomi Lokal.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO -  Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), terus menjadi magnet wisata alam bagi pendaki dan pecinta alam dari berbagai daerah.

Keindahan alam yang ditawarkan, mulai dari Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, hingga puncak Mahameru, menjadikan Semeru sebagai salah satu destinasi unggulan wisata alam nasional.

Di balik pesonanya, keberadaan Gunung Semeru juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat lokal di sekitarnya.

Sebagai bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Gunung Semeru menawarkan pengalaman wisata alam yang lengkap.

Jalur pendakian yang menantang namun ikonik membuat Semeru memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi pendaki pemula hingga profesional.

Selain pendakian, kawasan sekitar juga ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati panorama alam, berkemah, hingga wisata edukasi tentang konservasi lingkungan.

Pengelolaan wisata yang semakin tertata, termasuk sistem kuota pendakian dan reservasi daring, turut meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan.

Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya, khususnya pada musim liburan.

Baca Juga: SMA Global School Nurul Islam Raih Tiga Medali Emas di Ajang Internasional I-SMART Youth Summit Malaysia

Meningkatnya aktivitas wisata di Gunung Semeru membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal, terutama di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang.

Warga sekitar memanfaatkan peluang ini dengan membuka berbagai usaha, seperti jasa ojek pendakian, penyewaan perlengkapan outdoor, homestay, warung makan, hingga penjualan souvenir khas daerah.

Banyak penduduk yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian kini memiliki sumber pendapatan tambahan dari sektor pariwisata.

Kehadiran wisatawan juga mendorong perputaran ekonomi lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi generasi muda.

Meski memberikan manfaat ekonomi, pengembangan wisata Gunung Semeru juga menghadapi tantangan, terutama terkait kelestarian lingkungan dan keselamatan.

 Aktivitas gunung yang masih aktif menuntut pengelolaan wisata yang berhati-hati dan berbasis mitigasi bencana.

Selain itu, peningkatan jumlah pengunjung berpotensi menimbulkan masalah sampah dan kerusakan ekosistem jika tidak dikelola dengan baik.

Untuk itu, pengelola TNBTS bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus mendorong konsep pariwisata berkelanjutan.

Edukasi kepada wisatawan, pembatasan jumlah pendaki, serta pelibatan masyarakat lokal dalam konservasi menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam.

Gunung Semeru bukan hanya simbol keindahan alam Indonesia, tetapi juga penggerak ekonomi lokal bagi masyarakat di sekitarnya.

Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, Gunung Semeru diharapkan dapat terus menjadi destinasi wisata alam unggulan yang memberi manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat lokal.

CINDY

 

Editor : Imron Arlado
#gunung semeru #pulau jawa #mdpl #gunung #semeru