JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari. Biasanya dirayakan dengan cokelat mahal, bunga mewah, dan makan malam romantis nominal tinggi.
Tetapi, seiring perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran makna hubungan yang sehat, sebagian orang sekarang lebih memilih merayakan Valentine secara sederhana dengan tidak menghilangkan makna utamanya.
Historisnya, Valentine berasal dari kisah seorang Santo Valentine, yaitu sosok yang melambangkan keberanian, cinta, dan pengorbanan. Makna awalnya bahkan bukan tentang konsumsi berlebihan, melainkan tentang ketulusan dalam mencintai dan menghargai sesama pasangan, keluarga, ataupun sahabat.
Di era modern ini, nilai ini masih relevan. Sebagian orang menekankan bahwa kualitas hubungan tidak diukur dari besarnya biaya yang dikeluarkan untuk perayaan, melainkan dari kedalaman kasih sayang dan perhatian yang diberikan.
Saat ini, ada pergeseran tren dalam merayakan Valentine yang lebih sederhana yaitu:
- Memberikan ucapan tulus atau surat tulisan tangan tepat di hari valentine.
- Menghabiskan waktu bersama tanpa distraksi.
- Melaksanakan aktivitas sederhana seperti memasak bersama atau berjalan santai.
- Menunjukkan apresiasi melalui tindakan kecil dan secara konsisten.
Baca Juga: Terdakwa Illegal Logging di Mojokerto Terancam 5 Tahun Penjara
Kegiatan ini baik dengan kesadaran akan kesehatan finansial. Terutama di tengah kondisi ekonomi global menuntut pengelolaan keuangan lebih bijak.
Dengan kesederhanaan justru membantu pasangan menghindari tekanan sosial dan ekspektasi yang tidak sesuai, lebih fokus pada hubungan emosional bukan simbol materi, dan dapat menjaga keseimbangan antara perayaan dan ekonomi.
Valentine tidak harus dengan pasangan, banyak orang memaknai sebagai momen mengungkapkan kasih sayang kepada keluarga, persahabatan, dan melakukan kebaikan kepada sesama.
merayakan valentine dengan sederhana menjadi bentuk kesadaran bahwa cinta tidak selalu berbentuk kemewahan. Terpenting adalah kejujuran, kehadiran, dan niat tulus dalam menjalin hubungan.
LULUS
Editor : Imron Arlado