Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem selama 10 Hari ke Depan, Mojokerto Masuk Wilayah Waspada

Imron Arlado • Senin, 2 Februari 2026 | 20:52 WIB
BMKG Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Mojokerto
BMKG Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Mojokerto

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Wilayah Mojokerto masuk dalam daftar daerah yang diwaspadai menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Juanda.

Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Februari 2026

Berdasarkan informasi BMKG Juanda, cuaca ekstrem tersebut ditandai dengan hujan lebat, angin kencang, dan petir yang berpotensi terjadi secara serentak.

BMKG mencatat, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem antara lain Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

 

 

Berdasarkan data dari BMKG Mojokerto menjadi salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di area rawan genangan, bantaran sungai, serta Kawasan dengan pepohonan besar.

Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es di sejumlah kabupaten dan kota.

 

Kenapa Cuaca Ekstrem Muncul Sekarang?

Faktor Atmosfer Sedang Aktif Bersamaan

BMKG menjelaskan, cuaca buruk kali ini dipicu kombinasi beberapa faktor besar, bukan satu penyebab tunggal.

Beberapa di antaranya:

 

 

Kombinasi ini mempercepat pertumbuhan awan hujan skala besar. Secara sederhana, suplai uap air melimpah, udara naik cepat, lalu membentuk awan cumulonimbus. Awan jenis ini identik dengan hujan deras, petir, dan angin kencang.

Dampak ke Aktivitas Warga dan Ekonomi Lokal

Cuaca ekstrem biasanya langsung terasa di sektor transportasi dan logistik.

Beberapa dampak yang sering muncul:

Di kota besar seperti Surabaya dan Sidoarjo, genangan cepat sering terjadi ketika hujan lebih dari satu jam. Jika hujan terus berulang setiap hari, potensi gangguan aktivitas ekonomi juga meningkat.

Baca Juga: Terjatuh, Pengendara Motor Tewas di Jalan Raya Bangsal Mojokerto

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk, serta menghindari lokasi rawan bencana. Pengendara juga diminta lebih berhati-hati karena jarak pandang dapat menurun saat hujan lebat.

BMKG Juanda mengingatkan warga untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Peringatan cuaca ekstrem ini dapat diperbarui sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi atmosfer. NESTI

Editor : Imron Arlado
#peringatan dini #hujan lebat #Bencana hidrometeorologi #bmkg juanda #angin kencang #mojokerto #Jawa Timur #berita mojokerto #cuaca ekstrem