JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Aurora Borealis, atau yang sering disebut cahaya utara merupakan salah satu fenomena paling menakjubkan di dunia.
Cahaya bewarna hijau, ungu, merah, dan biru yang menari di langit malam wilayah lintang tinggi ini bukan hanya memikat secara visual, tetapi juga sarat makna kultural dan spiritual.
Bagi masyarakat utara seperti bangsa Nordik, Inuit, dan suku Sami, Aurora borealis bukan sekadar peristiwa ilmiah. Melainkan bagian penting dari sistem kepercayaan, mitologi, dan cara mereka memahami alam semesta.
Secara ilmiah, fenomena ini terjadi akibat interaksi antara partikel bermuatan dari Matahari (angin surya) dengan medan magnet dan atmosfer bumi.
Ketika partikel partikel tersebut bertabrakan dengan atom oksigen dan nitrogen di atmosfer bumi, energi dilepaskan dalam bentuk cahaya berwarna warni.
Namun, bagi masyarakat tradisional di wilayah tersebut, penjelasan ilmiah bukanlah satu satunya cara memahami aurora. Mereka melihatnya sebagai pesan, tanda, atau kehadiran kekuatan yang melampaui dunia manusia.
Dalam mitologi masyarakat Nordik, Aurora kerap dikaitkan dengan Valkyrie, makhluk Perempuan ilahi yang bertugas membawa jiwa prajurit gugur menuju Valhalla. Cahaya aurora dipercaya sebagai pantulan dari baju zirah atau senjaya Valkyrie yang melintasi langit.
Aurora juga dipandang sebagai jembatan simbolis antara dunia manusia dan alam dewa, memperkuat kepercayaan bahwa langit adalah ruang sacral tempat kekuatan Ilahi berdiam.
Bagi suku Sami yang mendiami wilayah Lapland, Aurora dikenal sebagai Gouvssahasat, yang secara harfiah berarti “cahaya yang hidup”. Aurora dianggap sebagai entitas yang memiliki kesadaran sehingga harus dihormati.
Dalam tradisi lisan sami, terdapat larangan untuk menunjuk aurora, bersiul, atau berbicara sembarangan ketika cahaya itu muncul di langit.
Tindakan tersebut diyakini dapat mengundang bahaya atau kemarahan roh roh langit, yang mencerminkan hubungan penuh kehati-hatian antara manusia dan alam.
Sementara itu, Masyarakat Inuit memandang aurora sebagai manifesting roh leluhur. Dalam cerita rakyat, Aurora digambarkan sebagai arwah orang orang yang telah meninggal, menari atau bermaiun di langit untuk menghibur yang masih hidup.
Baca Juga: Harga Cabai Melambung, Petani di Mojokerto Panen Lebih Awal
Kepercayan ini menunjukkan bagaimana Aurora berfungsi sebagai penghubung antara dunia manusia dan dunia arwah, sekaligus memperkuat keyakinan akan keberlanjutan kehidupan setelah kematian.
Aurora Borealis ini juga memiliki peran penting dalam kehidupan Masyarakat utara. Fenomena ini menginspirasi karya seni, musik tradisional, cerita rakyat, dan simbol-simbol visual yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Hingga saat ini, Aurora berfungsi sebagai penghubung antara dunia manusia dan arwah, sekaligus memperkuat keyakinan akan keberlanjutan kehidupan setelah kematian.
Baca Juga: Empat Desa Terdampak Paling Parah Bencana Angin Kencang di Mojosari
Cahaya yang muncul tiba tiba dan menghilang tanpa dikendalikan mengingatkan manusia bahwa alam memiliki kekuatan yang jauh lebih besar. Bagi masyarakat utara, aurora bukan hanya keindahan visual, melainkan simbol keseimbangan, penghormatan terhadap alam, dan hubungan harmonis antara manusia, leluhur dan semesta. NENSI
Editor : Imron Arlado