JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kota Mojokerto dikenal luas dengan julukan Kota Onde-onde. Julukan tersebut tidak muncul begitu saja. Melainkan berasal dari warisan kuliner tradisional yang hidup dan berkembang dari lama di tengah masyarakat.
Onde-onde bukan hanya sekadar makanan ringan, tetapi telah menjadi bagian dari identitas kota sampai sekarang. Onde-onde adalah jajanan tradisional yang berbentuk bulat yang terbuat dari tepung ketan, lalu digoreng sampai bagian luarnya renyah dengan dilapisi biji wijen, dengan isian kacang hijau manis di dalam.
Bagi warga Mojokerto, onde-onde seringkali hadir dalam berbagai kegiatan, seperti acara keluarga, hajatan, hingga sebagai oleh-oleh khas daerah Mojokerto. Hal tersebut membuat onde-onde tidak hanya dipandang sebagai camilan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya warga Mojokerto.
Awal mula julukan Kota Onde-onde tidak terlepas dari keberadaan toko onde-onde legendaris yaitu Onde-onde Bo Liem. Toko ini berdiri sejak tahun 1929 dan dikenal sebagai salah satu produsen onde-onde tertua di Mojokerto. Sejak berdirinya, Bo Liem mempertahankan cara pembuatan dan cita rasa tradisional.
Baca Juga: Daya Tampung TPA Karangdiyeng Kabupaten Mojokerto Diestimasi Dua Tahun
Popularitas Onde-onde Bo Liem terus berkembang dari waktu ke waktu. Banyak wisatawan menjadikan onde-onde sebagai oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Kota Mojokerto.
Di sinilah , citra Kota Mojokerto sebagai penghasil onde-onde yang khas dan berkualitas. Sehingga akhirnya julukan Kota Onde-onde sudah melekat di masyarakat luas.
Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai inovasi rasa, seperti cokelat, keju, durian, hingga taro, tanpa meninggalkan resep dasar onde-onde tradisional. Dengan novasi ini membuat onde-onde lebih dikenal oleh berbagai kalangan.
Onde-onde juga berperan penting dalam perekonomian lokal warga Mojokerto, khususnya bagi UMKM. Produk ini menjadi salah satu ikon kuliner yang terus dipromosikan dalam kegiatan pariwisata dan pameran daerah Mojokerto.
LULUS
Editor : Imron Arlado