Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Upaya Pengurangan Plastik Terus Didorong, Seberapa Efektif Dampaknya?

Imron Arlado • Jumat, 30 Januari 2026 | 21:48 WIB

Dampak upaya pengurangan plastik!
Dampak upaya pengurangan plastik!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Coba bayangkan kita setiap hari menggunakan plastik yang sekali pakai seperti kantong belanja, sedotan, botol minum, dll yang semua ini berakhir dibuang di pembuangan atau hingga dilaut.

Kenyataan inilah yang sedang dihadapi dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya sekarang semakin nyata terhadap lingkungan dan kesehatan. Dengan ini upaya pengurangan plastik terus digencarkan.

Secara global, lebih 400 juta ton plastik produksi setiap tahunnya, namun hanya sekitar 9 persen yang berhasil didaur ulang. Sisanya terjadi  penumpukan di tempat pembuangan. Dengan kondisi ini menjadikan plastik sebagai salah satu ancaman lingkungan terbesar.

Di Indonesia, sampah plastik menghasilkan sekitar 6,8–7,8 juta ton per tahunnya. Tetapi, pengelolaan belum optimal yang menyebabkan sebagian besar plastik bocor ke lingkungan warga, hingga mencemari laut. Inilah penyebab Indonesia sempat disebut sebagai salah satu penyumbang sampah plastik di laut terbesar di dunia.

Baca Juga: Daya Tampung TPA Karangdiyeng Kabupaten Mojokerto Diestimasi Dua Tahun

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah Indonesia menetapkan berbagai target nasional. Di antaranya adalah mengupayakan mengurangi kebocoran plastik ke laut hingga 70 persen di tahun 2025, dapat mencapai pengelolaan sampah 100 persen pada 2029, dan menargetkan nol polusi plastik di tahun 2040.

Dengan upaya tersebut dampaknya mulai terlihat. Di tahun 2018 sampai 2023, kebijakan dan program nasional telah berhasil menurunkan kebocoran sampah plastik sekitar 41,7 persen. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan yang tepat dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar kita.

Selain itu, perubahan perilaku dari masyarakat juga mulai terasa. Dengan mengadakan kampanye pengurangan plastik dan larangan kantong plastik sekali pakai di beberapa daerah. Mendorong warga untuk mengganti dengan tas belanja, botol minum, dan wadah makanan yang bisa digunakan kembali dalam jangka panjang.

Meskipun terdapat dampak positif, efektivitas upaya pengurangan plastik masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dihadapi. Contohnya adalah tidak semua daerah memiliki infrastruktur dan pengawasan yang memadai untuk mendukung program upaya pengurangan plastik.

Baca Juga: Marak Bangunan Liar di Atas Trotoar Kota Mojokerto

Di sisi lainnya , masih terjadi produksi plastik global secara meningkat. Sementara, sudah terdapat kesepakatan internasional untuk mengendalikan produksi plastik. Hal ini yang membuat upaya di tingkat nasional seringkali terhambat dengan sistem produksi global yang masih belum berubah.

Di Indonesia, kerugian akibat plastik yang mencemari laut diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah per tahun. Hal ini karena terjadi kerusakan ekosistem laut, sektor perikanan, dan pariwisata.

Jadi, dengan upaya pengurangan plastik yang terus digencarkan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Namun, efektivitasnya masih sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, dukungan infrastruktur, keterlibatan dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat.

LULUS

Editor : Imron Arlado
#sampah plastik #Pengurangan Plastik #bebas plastik #Pencemaran Lingkungan #larangan plastik #kebijakan #mikroplastik