JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Permasalahan sampah plastik masih menjadi isu lingkungan yang belum terselesaikan hingga kini. Volume sampah plastik terus meningkat setiap tahun, sementara kemampuan alam untuk menguraikannya sangat terbatas.
Di tengah persoalan tersebut, rumah tangga disebut sebagai salah satu sumber utama sampah plastik, sekaligus titik awal paling efektif untuk melakukan perubahan.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebagian besar sampah plastik berasal dari aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti penggunaan kantong plastik, kemasan makanan, botol minuman sekali pakai, hingga sachet produk rumah tangga.
Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir, mencemari sungai, laut, dan lingkungan sekitar.
Pengamat lingkungan menilai bahwa upaya pengurangan sampah plastik tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar, melainkan dari kebiasaan sederhana di rumah.
Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap keluarga diyakini mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum dan wadah makanan yang dapat digunakan ulang, serta menghindari produk dengan kemasan plastik berlebihan.
Selain itu, memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah juga menjadi langkah penting untuk memudahkan proses daur ulang.
Pengurangan sampah plastik dari rumah tangga tidak hanya membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menekan risiko pencemaran lingkungan.
Baca Juga: Tipu Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Nenek 72 Tahun Dituntut Dua Tahun
Sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air dan memicu banjir, merusak ekosistem sungai, hingga mengancam kehidupan biota laut.
Lebih jauh, mikroplastik yang berasal dari degradasi sampah plastik berpotensi masuk ke rantai makanan manusia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait dampak jangka panjang terhadap kesehatan.
Peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pengurangan sampah plastik.
Edukasi sejak dini di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas sangat dibutuhkan agar kebiasaan ramah lingkungan dapat tertanam secara berkelanjutan.
Sejumlah komunitas lingkungan juga mulai aktif mengkampanyekan gaya hidup minim sampah (zero waste) dan penggunaan produk ramah lingkungan.
Gerakan ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat secara perlahan namun pasti.
Mengurangi sampah plastik dari rumah mungkin terlihat sederhana, namun jika dilakukan secara kolektif, dampaknya akan sangat besar.
Upaya kecil seperti menolak plastik sekali pakai dan memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan menjadi investasi penting untuk menjaga kelestarian bumi.
Dengan peran aktif setiap individu dan keluarga, harapan akan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
CINDY
Editor : Imron Arlado