JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Jalan raya seharusnya menjadi ruang bersama yang aman bagi semua pengguna jalan. Namun, di beberapa jalan berubah menjadi arena balap liar yang biasanya dipenuhi oleh banyak kendaraan.
Balap liar dianggap sebagai bentuk hiburan atau ajang pembuktian diri. Dengan deru mesin, sorakan teman-teman, dan rasa adrenalin yang memuncak membuat sebagian pelaku merasa bangga dan biasanya balap liar dilakukan oleh sebagian besar kalangan remaja. Padahal di balik itu semua, ada risiko besar yang harus di tanggung bukan hanya pelaku tetapi juga pengguna jalan lain yang tidak tahu-menahu.
Ketika balap liar terjadi, potensi kecelakaan semakin meningkat drastis. Selain risiko keselamatan, balap liar juga membawa dampak sosial jika terjadi kecelakaan atau merusak fasilitas umum, jika terjadi siapa yang akan menanggung kerugian? Sudah jelas pasti keluarga, sementara masyarakat juga ikut dirugikan karena kerusakan jalan atau fasilitas umum.
Fenomena ini juga menunjukkan pentingnyaa peran lingkungan sekitar. Kurangnya wadah postif akan membuat kita jadi salah pergaulan. Di sisi lain kita juga perlu mendapatkan edukasi keselamatan saat berkendara.
Cara mengatasi agar tidak terlibat balap liar
- Pilih lingkungan pergaulan yang positif.
- Tegar menolak ajakan balap liar.
- Salurkan hobi otomotif ke tempat yang lebih benar.
- Fokus ke tujuan masa depan.
- Pilih aktivitas seru tetapi tetap positif.
Pada akhirnya, ketika jalan raya berubah menjadi arena balap liar ilegal, risikonya bukan hanya ditanggung oleh pelaku tetapi semua pengguna jalan. Jadi butuh kesadaran bersama agar tetap menjadi tempat yang aman bagi semua orang.
TISA
Editor : Imron Arlado