Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gejala, Penularan, dan Upaya Pencegahan Virus Nipah sejak Dini

Imron Arlado • Rabu, 28 Januari 2026 | 15:53 WIB

Gejala, penularan, dan upaya pencegahan dini dari virus Nipah
Gejala, penularan, dan upaya pencegahan dini dari virus Nipah

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Virus Nipah merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya dan bersifat zoonotic, yaitu dapat menular dari hewan ke manusia.

Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1998 di Malaysia dan sejak itu beberapa kali menyebabkan wabah di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, infeksi virus Nipah tergolong serius karena dapat menimbulkan gangguan pernapasan akut serta radang otak atau ensefalitis yang berpotensi menyebabkan kematian.

Gejala infeksi virus Nipah umumnya diawali dengan keluhan yang bersifat ringan dan tidak spesifik, sehingga sering sulit dikenali pada tahap utama. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, mjutah, dan rasanya tidak nyaman pada tenggorokan.

Seiring perkembangan penyakit, kondisi dapat memburuk dengan munculnya gangguan pernapasan, pusing berat, penurunan kesadaran, kejang, hingga koma akibat peradangan pada otak.

Pada kasus ini, infeksi virus Nipah dapat berkembang dengan cepat dan berujung pada kematian dalam waktu singkat.

 

Baca Juga: Piala Asia Futsal 2026: Timnas Indonesia Tancap Gas Usai Gilas Korea, Mulai Era Tanpa Evan Soumilena

 

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa mekanisme. Kelelawar pemakan buah merupakan inang alami virus ini dan dapat menularkannya kepada manusia secara tidak langsung.

Penularan sering terjadi Ketika manusia mengonsumsi buah atau minuman yang telah terkontaminasi air liur dan urin kelelawar, seperti nira kurma mentah.

Selain itu, virus Nipah juga dapat menular melalui hewan perantara seperti babi yang terinfeksi setelah kontak dengan kelelawar. Penularan dari manusia ke manusia juga dapat terjadi, melalui kointar erat penderita, termasuk paparan cairan tubuh dan droplet pernapasan.

Upaya pencegahan dini sangat penting mengingat saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk infeksi virus Nipah. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman, menghindari konsumsi buah yang tidak dicuci bersih atau buah yang jatuh ke tanah.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menghindar kontak langsung dengan kelelawar dan hewan yang sakit. Penerapan kebersihan diri seperti mencuci tangan secara rutin juga menjadi satu Langkah penting, terutama bagi tenaga kesehatan dan orang yang merawat pasien dengan gejala mencurigakan.

NENSI

 

 

Editor : Imron Arlado
#kesehatan #virus #penyakit #kelelawar #virus nipah