JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Junk food atau makanan cepat saji merupakan jenis makanan yang sangat populer di berbagai kalangan, terutama di kalangan remaja. Rasanya yang lezat serta cara penyajiannya yang cepat menjadi pilihan utama banyak orang. Namun dibalik kepopulerannya mengonsumsi junk food secara berlebihan juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Pada umumnya, junk food mengandung kadar lemak jenuh, gula dan garam yang sangat tinggi. Selain itu junk food juga rendah serat, vitamin dan mineral kandungan tersebut membuat junk food kurang memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh.
Junk food tersedia dalam berbagai jenis produk makanan dan minuman seperti makanan ringan, soda, gorengan, makanan instan, pizza, dan pasta. Istilah junk food tidak hanya merujuk pada makanan yang dijual di restoran cepat saji, melainkan segala makanan yang mengandung gizi minim seperti makanan kaleng dan frozen food (ikan kaleng, sosis, nugget).
Dampak utama mengonsumsi junk food
- Obesitas
- Penyakit jantung
- Kanker
- Kurang gizi
- Stroke
- Menjadi tidak fokus dan energi
- Kecanduan junk food
- Melemahkan sistem kekebalan tubuh
- Mengalami penurunan akademik
- Diabetes
Baca Juga: Kauje Mojokerto Gelar Nduren Bareng di Trawas Kuatkan Jalinan Silaturahmi Sesama Alumni Unej
Cara pencegahan
- Memasak makanan sehat
- Mengonsumsi sayuran dan buah
- Mengonsumsi cukup banyak air putih
- Beraktifitas fisik (olahraga)
- Membatasi mengonsumsi junk food
Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, junk food juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Rendahnya kandungan serat pada junk food dapat menyebabkan sembelit. Oleh karena itu, penting bagi seluruh masyarakat untuk membatasi konsumsi junk food dan mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan perbanyak olahraga.
TISA
Editor : Imron Arlado