JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 akan menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa. Tahun Baru Imlek tidak hanya sekadar pergantian tahun berdasarkan di kalender.
Tetapi Imlek adalah perayaan yang penuh nilai budaya, spiritual, dan kekeluargaan. Hingga kini, perayaan imlek masih dilestarikan dan dijaga yang diyakini akan membawa makna harapan, keberuntungan, dan keharmonisan dalam hidup.
Tradisi yang paling umum dilakukan menjelang Imlek yaitu membersihkan rumah secara menyeluruh. Kegiatan ini biasanya dilakukan beberapa hari sebelum pergantian tahun tiba.
Uniknya, kegiatan menyapu atau membersihkan yang ada di rumah justru dihindari saat hari pertama Imlek. Hal tersebut dipercaya karena dapat membuang rezeki dan keberuntungan yang datang saat itu.
Saat Imlek, warna merah akan menjadi warna yang mendominasi. Di rumah, tempat ibadah, sampai pusat perbelanjaan dihiasi dengan warna merah dengan berbagai ornamen yang dituliskan doa dan harapan baik di tahun yang akan dijalani.
Warna merah dapat dipercaya melambangkan kebahagian, keberanian, keberuntungan, serta diyakini dapat menangkal pengaruh buruk. Dan Emas juga seringkali digunakan sebagai pelengkap. Warna emas melambangkan kemakmuran dan kekayaan.
Baca Juga: Terperosok di Sungai, Damkar Mojokerto Evakuasi Sapi Betina
Tentunya, dekorai bukan sekadar untuk memperindah suasana, tetapi juga menjadi simbol harapan yang membawa banyak rezeki dan kehidupan yang lebih baik.
Saat malam sebelum Imlek, seringkali menjadi malam reuni keluarga. Di momen ini, anggota keluarga besar akan berkumpul sambil menikmati makan malam bersama.
Tradisi ini juga dianggap penting karena melambangkan persatuan, keharmonisan, dan kekuatan dalam hubungan keluarga.
Hidangan yang disajikan juga memiliki simbol yang mendalam. Ikan utuh memiliki makna yaitu kelimpahan rezeki, mie panjang umur melambangkan harapan kehidupan panjang dan sehat. Dan makanan lainnya menyimbolkan keberuntungan dan kesejahteraan.
Tradisi memberikan angpao juga salah satu momen yang paling dinanti banyak anak-anak dan remaja. Angpao adalah amplop berwarna merah dan berisi uang yang diberikan oleh orang dewasa.
Angpau mengandung doa dan harapan agar penerimanya selalu diberi kesehatan, keberuntungan, dan kebahagiaan di sepanjang umur. Makna lainnya yaitu berbagi dan rasa kasih sayang antar keluarga.
Perayaan Imlek di Indonesia kebanyakan dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai. Tarian singa ini dipercaya mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan. Biasanya barongsai ini akan tampil di kelenteng, pusat perbelanjaan, sampai kawasan permukiman.
Barongsai juga berperan sebagai atraksi budaya yang dapat mempererat hubungan antar masyarakat lintas etnis. Artinya Imlek ini tidak hanya menjadi perayaan komunitas, tetapi juga bagian dari kekayaan Indonesia.
Perayaan Imlek akan ditutup dengan Cap Go Meh yang akan dirayakan di hari ke-15 setelah Imlek. Biasanya dirayakan dengan kegiatan budaya, doa bersama, serta festival masyarakat.
Cap Go Meh menjadi momen refleksi dan rasa syukur serta doa yang telah dipanjatkan di awal tahun. Dengan tradisi ini, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan makmur dengan semangat dan harapan yang lebih baik.
LULUS
Editor : Imron Arlado