JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perayaan tahun baru imlek 2026 kembali menjadi momen penting bagi Masyarakat tionghoa diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Selain identik dengan kebersamaan keluarga dan tradisi turun-temurun, imlek juga sarat dengan simbol-simbol bermakna. Salah satu yang paling menonjol Adalah warna merah, yang hampir selalu mendominasi setiap sudut perayaan.
Mulai dari dekorasi rumah, lampion, amplop, angpao, hingga pakaian yang dikenakan, warna merah menjadi ciri khas yang tidak terpisahkan dari imlek. Dibalik tampilannya yang mencolok, warna aini menyimpan filosofi dan makna mendalam bagi masyarakat tionghoa.
Asal-usul Simbol Warna Merah
Secara historis, penggunaan warna merah dalam perayaan imlek berakar dari legenda kuno tentang makhluk buas Bernama nian. Konon, nian muncul setiap pergantian tahun dan mengganggu masyarakat.
Makhluk tersebut dipercaya takut pada warna merah, api, dan suara keras. Sejak saat itu, warna merah digunakan sebagai simbol perlindungan dan penolak bala, yang kemudian diwariskan secara turun-menurun.
Legenda ini menjadi fondasi budaya yang hingga kini masih hidup dalam tradisi imlek, termasuk pada perayaan tahun 2026.
Makna Filosofis Warna Merah
Dalam budaya tionghoa, warna merah melambangkang berbagai nilai positif, diantaranya:
- Keberuntungan dan kebahagiaan, sebagai harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru
- Kemakmuran dan rezeki, yang tercermin dalam penggunaan angpau merah
- Semangat dan energi positif, menandai awal baru yang penuh optimisme
- Perlindungan dari hal buruk, baik secara simbolis maupun spiritual
Oleh karena itu, mengenakan warna merah saat Imlek dipercaya dapat membawa nasib baik sepanjang tahun.
Baca Juga: Terperosok di Sungai, Damkar Mojokerto Evakuasi Sapi Betina
Angpao Merah, Simbol Berbagi dan Doa
Salah satu tradisi paling dikenal saat Imlek adalah pemberian angpao. Amplop merah ini tidak hanya berisi uang, tetapi juga doa dan harapan baik dari pemberi kepada penerima, terutama anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah. Warna merah pada angpao diyakini memperkuat makna keberkahan dan keselamatan.
Relevansi di Era Modern
Memasuki Imlek 2026, makna warna merah tetap relevan meski perayaan kini juga beradaptasi dengan zaman modern. Di tengah perkembangan gaya hidup dan teknologi, masyarakat Tionghoa tetap mempertahankan simbol-simbol budaya sebagai bentuk identitas dan penghormatan terhadap leluhur.
Bahkan, perayaan Imlek kini menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional yang dirayakan secara inklusif, tidak hanya oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga oleh masyarakat luas yang turut menikmati nuansa merah penuh makna.
Baca Juga: Imlek 2026: Momentum Pergantian Tahun untuk Menata Rezeki dan Kehidupan
Lebih dari Sekadar Warna
Warna merah dalam perayaan Imlek bukan sekadar unsur estetika, melainkan representasi nilai-nilai kehidupan seperti harapan, kebersamaan, dan optimisme.
Di balik gemerlap perayaan Imlek 2026, warna merah menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi sekaligus menatap masa depan dengan semangat baru.
CINDY
Editor : Imron Arlado