Telat makan membuat lambung kosong terlalu lama sehingga produksi asam lambung meningkat. Kondisi ini dapat memicu gangguan pencernaan seperti perih pada lambung, mual, hingga risiko maag.
Selain itu, pola makan yang tidak teratur juga dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh. Tidak hanya berdampak pada Kesehatan fisik, telat makan juga berpengaruh pada konsentrasi dan energi.
Baca Juga: Pengajuan Pernikahan Siri di Kabupaten Mojokerto Meningkat Drastis selama 2025
Saat tubuh kekurangan asupan makanan, kadar gula darah bisa menurun sehingga menyebabkan lemas, pusing, dan sulit fokus dalam beraktivitas maupun belajar. Dalam jangka panjang, kebiasaan telat makan dapat memicu pola makan berlebihan pada waktu berikutnya.
Hal ini berpotensi menyebabkan peningkatan berat badan dan masalah kesehatan lainnya jika tidak dikendalikan. Para ahli kesehatan menyarankan untuk menjaga pola makan teratur dengan waktu yang konsisten setiap hari. Membiasakan sarapan, makan siang, dan makan malam tepat waktu.
Menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan mengatur waktu makan secara disiplin, tubuh dapat bekerja lebih optimal dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang sering muncul tanpa disadari.
CINDY
Editor : Imron Arlado