SEBAGAI bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pemerintah Kota Malang, serta perwakilan dari komunitas Pecinta Gowes Jawa Timur, Lodeh Cycling Club Mojokerto, menggelar kegiatan Gowes Bersama di Kota Malang. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Sabtu (17/1).
Kegiatan gowes bersama ini menjadi wujud nyata sinergi lintas instansi dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan, sekaligus mengampanyekan pentingnya gaya hidup sehat serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work life balance) di kalangan aparatur dan masyarakat.
Sekretaris Utama LAN, Dr. Andi Taufik, M.Si. menyampaikan, kegiatan Gowes Peduli Bencana ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan rohani. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama, empati kepada para korban bencana, serta kebersamaan dalam aksi sosial merupakan nilai-nilai rohani yang penting untuk terus ditanamkan di lingkungan birokrasi.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan gowes bersama ini juga merupakan bagian dari rencana besar Pemerintah Kota Malang dalam menyukseskan program 1.000 Event di Kota Malang. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya mendorong pola hidup sehat, memperkuat kebersamaan, menggerakkan ekonomi daerah, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana.
Mewakili Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, Bc.IP, S.I.P, M.Si, menegaskan kegiatan gowes bersama ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran aparatur. Ia juga menekankan bahwa olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, memperkuat integritas, serta membangun semangat kerja dan kualitas pelayanan publik.
Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Dr. Agus Sudrajat, MA, menyampaikan, kegiatan gowes bersama memiliki makna strategis. Tidak hanya sebagai aksi sosial kemanusiaan, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan mental dalam menunjang kinerja aparatur. Aparatur yang sehat, menurutnya, akan mampu menghasilkan kebijakan dan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.
Pembina komunitas gowes Lodeh Cycling Club (LCC) Mojokerto sekaligus Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Jawa Timur, Dr. Akh. Jazuli, SH. M.Si. menyambut baik kegiatan hobi sekaligus donasi yang diselenggarakan kali ini. ’’Ke depan, diharapkan semakin banyak komunitas yang ikut berpartisipasi serta meramaikan kegiatan sosial seperti ini,’’ harapnya.
Melalui kegiatan Gowes Bersama ini, seluruh pihak berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif kepedulian sosial, kolaborasi lintas instansi, serta kesehatan jasmani dan rohani harus berjalan beriringan. Dana yang terkumpul akan disalurkan sebagai bentuk dukungan dan empati kepada para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi pengingat, dengan kebersamaan, kepedulian, serta jiwa dan raga yang sehat, seluruh elemen bangsa dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah