Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perkiraan Awal Puasa: Antara Hisab, Rukyat, dan Penetapan Resmi Pemerintah

Imron Arlado • Senin, 19 Januari 2026 | 20:53 WIB

Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada 18 februari dan lebaran pada 19 maret 2026
Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada 18 februari dan lebaran pada 19 maret 2026

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menjelang datangnya bulan Ramadhan, masyarakat muslim selalu menantikan kepastian kapan puasa akan dimulai.

Setiap tahun, topik perkiraan awal puasa menjadi pembahasan hangat karena berkaitan langsung dengan persiapan ibadah, kegiatan sekolah, hingga perencanaan aktivitas keluarga.

Namun, penentuan awal puasa tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena tidak memiliki dasar keilmuan dan keagamaan yang kuat.

Perkiraan awal puasa umumnya didasarkan pada dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat. Hisab merupakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis. Melalui metode ini, para ahli dapat memprediksi kapan hilal atau bulan sabit pertama akan muncul setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi bulan matahari.

 

Baca Juga: Bersihkan Make-up sebelum Tidur Jangan Dianggap Sekadar Ritual Rutin, Simak Manfaatnya

 

Sementara itu, rukyat adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal di ufuk barat saat matahari terbenam. Pengamatan ini biasanya dilakukan oleh tim yang terdiri dari ahli falak, tokoh agama, dan perwakilan lembaga terkait di berbagai titik pemantauan.

Secara ilmiah, puasa ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada 18 februari 2026 dan lebaran pada 19 maret 2026. Hal ini didasarkan pada siklus kalender hijriah yang lebih pendek dibanding kalender masehi, sehingga  bulan Ramadhan setiap tahunnya maju sekitar 10-11 hari.

Dengan perhitungan tersebut, Ramadhan 1447 hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 diprediksi dimulai pada pertengahan bulan februari, meskipun tanggal pastinya masih bergantung pada hasil rukyat.

Kementerian agama akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadhan. Sidang ini menggunakan data hisab atau perhitungan posisi bulan sebagai acuan, kemudian diinformasikan melalui rukyat atau pengamatan hilal secara langsung di berbagai daerah.

Menjelang puasa 2026, masyarakat biasanya mulai melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi ibadah maupun keseharian. Persiapan mental dan spiritual menjadi hal utama, seperti membiasakan diri ibadah, menjaga pola makan, serta mengatur waktu istirahat.

Selain itu, sektor pendidikan dan dunia kerja juga biasanya mulai menyesuaikan agenda selama bulan Ramadhan.

NENSI

 

 

Editor : Imron Arlado
#ramadhan 2026 #hisab hakiki wujudul hilal Muhammadiyah #Ramadhan 2026 18 Februari #Hilal Ariady #Perkiraan awal puasa ramadhan #Lebaran 1442 H #rukyat hisab #Ramadhan 1447 Hijriah