JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Masyarakat mulai bertanya-tanya, puasa Ramadan 2026 jatuh pada tanggal berapa? Pertanyaan ini kerap muncul seiring mendekatnya bulan suci Ramadan yang setiap tahunnya selalu dinanti umat Islam. Meski penetapan resmi belum dilakukan, sejumlah perkiraan awal Ramadan 2026 sudah bisa dihitung berdasarkan kalender Hijriah dan perhitungan astronomi.
Berdasarkan perhitungan kalender Masehi dan Hijriah, awal puasa Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada akhir Februari atau awal Maret 2026. Prediksi ini mengacu pada siklus peredaran bulan yang menyebabkan bulan Ramadan maju sekitar 10–11 hari setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Namun demikian, tanggal pasti dimulainya puasa 2026 masih bersifat perkiraan. Di Indonesia, penentuan awal Ramadan secara resmi akan dilakukan oleh pemerintah melalui Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama. Sidang ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 29 Syaban untuk menetapkan apakah keesokan harinya sudah masuk 1 Ramadan atau belum.
Dalam Sidang Isbat, pemerintah mempertimbangkan dua metode utama, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Hasil dari kedua metode tersebut menjadi dasar penetapan awal puasa yang berlaku secara nasional.
Sementara itu, beberapa organisasi Islam juga memiliki metode perhitungan masing-masing dalam menentukan awal Ramadan. Hal ini memungkinkan adanya perbedaan awal puasa di masyarakat, meskipun perbedaan tersebut merupakan hal yang lumrah dan telah terjadi hampir setiap tahun.
Meski tanggal pastinya belum ditetapkan, masyarakat diimbau untuk menyikapi perkiraan ini sebagai informasi awal, bukan keputusan resmi. Pemerintah meminta umat Islam menunggu hasil Sidang Isbat agar pelaksanaan ibadah puasa dapat dilakukan secara serentak dan tertib.
Dengan semakin dekatnya Ramadan 2026, umat Islam diharapkan mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh makna.
CINDY
Editor : Imron Arlado