KOTA - Kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) muncul di Kota Mojokerto. Sejumlah siswa SDN dan SMA di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, mengaku mengalami muntah dan diare akhir pekan lalu.
Salah seorang wali murid SMAN 2 Mojokerto mengatakan, anaknya mengalami diare dan muntah-muntah sejak Jumat (16/1). Kondisi itu berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (18/1).
Awalnya ia menduga kondisi tersebut dialami putrinya setelah makan nasi briani yang dibeli pada hari-hari itu.
"Tapi dia tidak ikut makan, malah di grup sekolah ramai banyak yang bilang juga kena diare," tuturnya, Senin (19/1).
Dirinya mencurigai si anak mengalami keracunan MBG yang dibagikan pada Kamis (15/1). Hari itu merupakan hari terakhir sebelum sekolah libur panjang Isra Mikraj.
Menurutnya, gejala serupa turut dialami banyak siswa lainnya. "Di grup WA banyak yang bilang juga diare, tidak satu anak saja," ungkapnya.
Hingga Senin (19/1), terdapat siswa yang belum masuk sekolah. Menurutnya, ada pula siswa yang kini masih menjalani perawatan di fasilitas layanan kesehatan.
"Kalau anak saya sudah masuk sekolah lagi, minum obat sendiri di rumah," tandas dia.
Informasi yang dihimpun, dugaan keracunan MBG juga dialami sejumlah siswa di SDN Wates 5 hingga SDN Wates 6. MBG tersebut disalurkan SPPG Wates.
Sesuai informasi di akun medsos SPPG, menu MBG pada Kamis (15/1) berupa nasi putih, tumis sawi wortel, tahu tempe balado, ayam goreng ungkep, dan kelengkeng.
Jumlah porsi hari itu mencapai 3.997 porsi untuk 20 kelompok penerima meliputi lembaga sekolah dan posyandu.
Sementara itu, Satgas MBG Wates Didik membenarkan adanya insiden tersebut. Kendati demikian, ia belum bisa memastikan jika keracunan yang dialami anak-anak itu disebabkan oleh menu MBG yang disantap.
"Belum bisa memastikan apakah dari menu MBG, karena kita nyuplai-nya dari Kamis (15/1), tapi anak-anak keluhan mulai Sabtu (17/1) sore," ungkapnya.
Pihaknya menyatakan, dugaan sementara anak-anak mengonsumsi susu kemasan yang disuplai oleh SPPG. "Dugaan sementara karena susunya, tapi imun anak-anak juga mempengaruhi," ulasnya.
Meski insiden tersebut terjadi, pihaknya menyatakan pengiriman MBG masih tetap berjalan seperti biasa di sekolah-sekolah.
"Cuma untuk menu kita ganti dengan menu kering dulu sementara waktu, untuk antisipasi," tandasnya. Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto Achmad Rheza belum bisa dikonfirmasi. (adi/oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah