JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang penuh dengan perubahan. Masa perubahan tersebut tidak hanya terjadi secara fisiknya saja melainkan secara emosional dan sosial. Dalam fase ini banyak anak remaja yang merasa insecure kepada dirinya sendiri.
Seseorang bisa merasa insecure jika ia berpikir bahwa dirinya kurang baik dari segi kemampuan, kekayaan, kecantikan, kepintaran, penampilan dll. Hal tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor.
Rasa insecure yang terus menerus jika dibiarkan dapat berkembang dan bisa menghalangi seseorang dalam mencapai potensi terbaik dirinya. Hal ini tentunya dapat merusak percaya diri seseorang di kehidupannya termasuk pada hubungan sosial, percintaan, hingga pekerjaan.
Penyebab insecure terjadi pada remaja:
- Perubahan fisik yang drastis: saat memasuki masa pubertas tubuh remaja mengalami perubahan yang sangat drastis seperti bentuk tubuh, suara, tinggi badan, jerawat hingga kondisi kulit yang sering dibedakan oleh orang-orang.
- Kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain: remaja cenderung mudah membandingkan dirinya dengan teman sebayanya karena merasa kurang cantik atau bahkan kurang berprestasi.
- Pengaruh media sosial: di media sosial sering kali menampilkan kehidupan seseorang yang sempurna sehingga para remaja menganggap hal tersebut adalah standar dari keberhasilan.
- Lingkungan dan pola asuh: kritik yang berlebihan sering kali membuat remaja merasa down dan tidak percaya diri terhadap dirinya sendiri.
- Takut tidak diterima: pada masa remaja, kebutuhan untuk diterima oleh lingkungan sangat tinggi. Rasa takut dikucilkan atau tolak sering membuat para remaja merasa kurang percaya diri.
Baca Juga: Pemalsu STNK di Mojokerto Divonis Satu Tahun Tiga Bulan
Insecure pada remaja adalah hal yang umum dan sering terjadi, namun perlu mendapatkan perhatian khusus.
Dengan memahami penyebabnya, remaja dapat belajar untuk menerima diri sendiri dan dapat membangun percaya diri dalam dirinya. Dukungan dari keluarga dan teman juga sangat penting dalam membantu remaja melewati fase ini dengan lebih sehat. TISA
Editor : Imron Arlado