JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bulking, salah satu metode paling populer di dunia fitness. Bulking adalah fase peningkatan massa otot dengan kombinasi latihan beban dan pola makan yang tepat.
Seseorang yang bulking ini harus mengkonsumsi kalori lebih banyak dari kebutuhan harian dengan tujuan menambah massa otot. Dalam proses ini, kenaikan berat badan adalah hal wajar karena tubuh membutuhkan energi ekstra untuk membangun jaringan otot baru.
Bulking dibagi menjadi dua yaitu:
- Clean Bulking: Fokus pada makanan bergizi dan kenaikan berat badan yang terkontrol
- Dirty Bulking: Makan berlebihan tanpa memperhatikan kualitas makanan (kurang disarankan)
Baca Juga: Tabrak Tiang PJU, Pemotor Tewas di Sooko Mojokerto
Bagi pemula, langkah pertama adalah memahami kondisi tubuh sendiri. Hitung kebutuhan kalori harian, lalu tambahkan sekitar 300-500 kalori untuk memulai bulking.
Kenaikan berat badan ideal berkisar 0,25-0,5kg per minggu agar tidak terlalu banyak lemak yang ikut naik.
Selain itu, konsisten lebih penting daripada berat badan. harus tetap fokus pada teknik gerakan yang benar untuk menghindar cedera.
Pola makan memegang peranan sangat penting dalam bulking. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, latihan berat sekalipun tidak akan menghasilkan otot.
Adapun beberapa nutrisi utama saat bulking yaitu:
Protein: membantu pembentukan otot (Ayam, telur, ikan, tempe, tahu)
Karbohidrat: Sumber energi utama (Nasi, kentang, oatmilk)
Lemak sehat: Mendukung hormon tubuh (Alpukat, kacang-kacangan)
Sayur dan Buah: Sumber vitamin dan mineral
Sangat disarankan untuk makan secara teratur terutama saat latihan. Program latihan yang efektif, fokus pada compound movement karena melatih banyak otot sekaligus. Seperti:
- Squat
- Deadlift
- Bench press
- Pull up
- Shoulder press
Untuk pemula biasanya Latihan hanya 3-5 kali seminggu. Peningkatan ini melalui beberapa tahap agar otot terus berkembang.
Baca Juga: Waria Pembuat Video Gay di Mojokerto Terancam 12 Tahun
Otot tidak tumbuh saat latihan, melainkan saat istirahat. Tidur yang cukup (7 sampai 9 jam per hari) sangat penting dalam proses bulking.
Selain tidur, berilah jeda latihan pada otot yang sama agar tidak overtraining. Beberapa pemula melakukan kesalahan dan berujung gagal bulking, contohnya:
- Terlalu fokus pada makan tapi malas Latihan,yang ujungnya makanan tersebut berubah menjadi lemak
- Latihan berat tanpa Teknik yang benar, hal ini dapat berakibat cedera.
- Kurang protein
- Tidak sabar ingin hasil cepat.
- Mengabaikan jam istirahat, meskipun semua dirasa sudah cukup, hal ini sering disepelekan. Waktu istirahat sangat berpengaruh besar pada proses bulking.
Inilah mengapa harus sabar dan konsisten saat bulking, membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk membentuk otot yang baik.
NENSI
Editor : Imron Arlado