JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bagi sebagian orang, diam menjadi pilihan yang tepat dan dianggap sebagai cara yang efektif untuk menghindari konflik. Nyatanya, kebiasaan itu justru dapat menimbulkan dampak yang cukup parah, terutama bagi kesehatan mental dan keseimbangan hidup.
Emosi yang dipendam tidak akan benar-benar hilang. Perasaan tersebut lama-lama akan menumpuk. Jika emosi tidak diberi ruang untuk mengungkapkan, pikiran akan bekerja lebih keras untuk memendamnya.
Inilah dampak yang terjadi jika memendam emosi bagi kesehatan mental dan keseimbangan tubuh:
- Menyebabkan Stres Kronis Akibat Tekanan Emosi yang Tertahan
Saat emosi tubuh tidak berada di kondisi yang tenang. Pikiran akan terus bekerja menekan perasaan yang muncul.
Sehingga tubuh akan memproduksi hormon stres yang berlebihan. Dalam jangka panjang, ini akan menyebabkan stres kronis yang akan membuat lebih muda lelah, tegang, dan sulit menikmati kehidupan.
- Muncul Rasa Cemas Tanpa Sebab
Emosi yang tidak diproses dengan baik akan berubah menjadi rasa cemas yang akan datang secara tiba-tiba. Akan muncul rasa gelisah, khawatir berlebihan, dan takut karena perasaan ditekan untuk mencari jalan keluar melalui respons cemas.
- Mengalami Gangguan Pola Tidur dan Kualitas Istirahat
Pikiran yang dipenuhi oleh emosi akan membuat sulit memejamkan mata dn akan sering terbangun di malam hari.
Tidur yang tidak optimal akan menyebabkan tubuh dan pikiran gagal pulih dan fresh, sehingga kelelahan semakin bertambah.
Baca Juga: Ratusan Honorer Pemkot Mojokerto Alami Alih Status
- Terganggunya Hubungan Sosial dan Komunikasi
Memilih opsi diam hanya akan membuat orang lain tidak dapat memahami apa yang sebenarnya dirasakan. Hubungan sosial yang menjadi kurang terbuka akan menyebabkan kesalahpahaman. Sehingga timbulnya perasaan kecewa dan marah yang dipendam akan menjadi jarak emosional.
- Munculnya Gejala Fisik Akibat Stres
Tekanan emosional secara berkepanjangan akan memicu gejala fisik seperti sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan, dan daya tahan tubuh menurun. Tubuh akan menjadi alarm saat emosi tidak dikelola secara baik.
Akhirnya, diam bukan solusi yang tepat. Memberi ruang bagi emosi untuk diucapkan dan dipahami secara baik untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan tubuh.
Baca Juga: Lagi, Maling Teror Perum Japan Raya Mojokerto, Semalam, Dua Rumah Dibobol, Modus Congkel Jendela
Ada sedikit cara melepaskan emosi negatif, antara lain:
- Tanyakan dulu kepada diri sendiri, apa yang sedang dirasakan saat emosi berlangsung. Hal ini sangat penting karena harus benar-benar memahami sebelum menyampaikan ke orang lain.
- Cobalah mengungkapkan perasaan melalui lagu yang cocok dengan perasaan pada saat emosi.
- Ceritakan perasaan dengan baik kepada orang yang dipercaya
- Sering dengarkan orang lain mengungkapkan perasaannya, secara langsung anda akan terbiasa dengan sikap terbuka dan bisa menerapkannya.
LULUS
Editor : Imron Arlado