Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Memilih Diam dan Memendam Emosi, Ini dampaknya di Kesehatan Mental dan Keseimbangan Hidup!

Imron Arlado • Selasa, 13 Januari 2026 | 16:04 WIB
Dampak memendam emosi di kesehatan mental dan keseimbangn tubuh!
Dampak memendam emosi di kesehatan mental dan keseimbangn tubuh!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bagi sebagian orang, diam menjadi pilihan yang tepat dan dianggap sebagai cara yang efektif untuk menghindari konflik. Nyatanya, kebiasaan itu justru dapat menimbulkan dampak yang cukup parah, terutama bagi kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

Emosi yang dipendam tidak akan benar-benar hilang. Perasaan tersebut lama-lama akan menumpuk. Jika emosi tidak diberi ruang untuk mengungkapkan, pikiran akan bekerja lebih keras untuk memendamnya.

Inilah dampak yang terjadi jika memendam emosi bagi kesehatan mental dan keseimbangan tubuh:

  1.     Menyebabkan Stres Kronis Akibat Tekanan Emosi yang Tertahan

Saat emosi tubuh tidak berada di kondisi yang tenang. Pikiran akan terus bekerja menekan perasaan yang muncul.

Sehingga tubuh akan memproduksi hormon stres yang berlebihan. Dalam jangka panjang, ini akan menyebabkan stres kronis yang akan membuat lebih muda lelah, tegang, dan sulit menikmati kehidupan.

 

  1.     Muncul Rasa Cemas Tanpa Sebab

Emosi yang tidak diproses dengan baik akan berubah menjadi rasa cemas yang akan datang secara tiba-tiba. Akan muncul rasa gelisah, khawatir berlebihan, dan takut karena perasaan ditekan untuk mencari jalan keluar melalui respons cemas.

 

  1.     Mengalami Gangguan Pola Tidur dan Kualitas Istirahat

Pikiran yang dipenuhi oleh emosi akan membuat sulit memejamkan mata dn akan sering terbangun di malam hari.

Tidur yang tidak optimal akan menyebabkan tubuh dan pikiran gagal pulih dan fresh, sehingga kelelahan semakin bertambah.

 

 Baca Juga: Ratusan Honorer Pemkot Mojokerto Alami Alih Status

 

  1.     Terganggunya Hubungan Sosial dan Komunikasi

Memilih opsi diam hanya akan membuat orang lain tidak dapat memahami apa yang sebenarnya dirasakan. Hubungan sosial yang menjadi kurang terbuka akan menyebabkan kesalahpahaman. Sehingga timbulnya perasaan kecewa dan marah yang dipendam akan menjadi jarak emosional.

  1.     Munculnya Gejala Fisik Akibat Stres

Tekanan emosional secara berkepanjangan akan memicu gejala fisik seperti sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan, dan daya tahan tubuh menurun. Tubuh akan menjadi alarm saat emosi tidak dikelola secara baik.

Akhirnya, diam bukan solusi yang tepat. Memberi ruang bagi emosi untuk diucapkan dan dipahami secara baik untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan tubuh.

 

Baca Juga: Lagi, Maling Teror Perum Japan Raya Mojokerto, Semalam, Dua Rumah Dibobol, Modus Congkel Jendela

Ada sedikit cara melepaskan emosi negatif, antara lain:

LULUS

 

Editor : Imron Arlado
#kecemasan #memendam emosi #depresi #kelelahan mental #pengelolaan emosi #kesehatan mental #keseimbangan hidup