JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Istilah picky eater semakin sering didengar di tengah masyarakat, terutama di kalangan orang tua.
Picky eater merujuk pada kondisi seseorang umumnya anak-anak yang selektif dalam memilih makanan. Mereka cenderung menolak berbagai jenis makanan terutama sayur, buah atau makanan dengan tekstur aroma tertentu.
Meski dianggap sepele, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan jika berlangsung dalam jangka panjang karena akan mempengaruhi gizi mereka.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi ini antara lain kebiasaan makan sejak dini, pengalaman buruk dengan makanan tertentu, hingga faktor psikologis.
Selain itu, pola asuh orang tua, seperti terlalu sering memberi makanan instan atau cemilan, juga berkontribusi pada munculnya perilaku picky eater.
Baca Juga: Slow Living ala Arek Mojokerto: Nikmati Momen Berkualitas dan Bermakna
Picky eater ini seringkali menyebabkan kekurangan nutrisi penting dalam protein, vitamin, dan mineral. Dalam jangka Panjang, kondisi ini berisiko menghambat pertumbuhan, menurunkan daya tahan tubuh, hingga mengganggu konsentrasi belajar.
Menghadapi picky eater membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat. Orang tua disarankan untuk tidak memaksa anak untuk memakan yang tidak disukainya, melainkan harus mengenal variasi makanan secara bertahap.
Konsisten dan suasana makan yang menyenangkan juga berperan penting dalam membentuk kebiasaan makan yang lebih baik.
Dengan pendekatan yang tepat, dukungan lingkungan, dan dukungan gizi yang baik, kebiasaan ini dapat diatasi tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
NENSI
Editor : Imron Arlado