Hingga Minggu (11/1) siang, jumlah peserta didik dan tenaga pendidik yang keracunan mencapai 261 orang.
Itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai meninjau kondisi siswa dan santri yang masih menjalani perawatan intensif di Ponpes Mahad An Nur.
"Terdata terdampak sejauh ini ada 261 orang, data yang masuk ini mereka berasal dari tujuh lembaga penerima manfaat. Ada yang datang ke posko sini, ada yang langsung ke rumah sakit," katanya.
Dari jumlah tersebut, 13 rumah sakit maupun puskesmas dikerahkan untuk menangani santri maupun siswa. Di antaranya, RS Mawaddah Medika, RSI Arofah, RS Sumberglagah, RS Kartini, RSUD Prof dr Soekandar, RS Sidowaras, RS Dian Husada, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, RSI Sakinah, RS Lapangan Pondok Pesantren An Nur, serta Puskesmas Pacet, Gondang dan Kutorejo.
"Jumlah total ini tersebar di beberapa faskes, tapi paling banyak di RSUD Prof dr Soekandar ada 37 orang," paparnya.
Ia menekankan, sementara ini semua korban yang terdampak harus mendapatkan penanganan medis. Kemudian, Ponpes Mahad An Nur menjadi posko terbuka bagi seluruh masyarakat yang merasakan gejala serupa.
"Semua yang berobat harus tertangani dengan baik, tuntas. Ponpes ini menjadi sebuah posko bukan hanya bagi santri yang bermukim atau belajar di sini," tegasnya.
Dalam kunjungannya, Emil juga menyatakan pihaknya sudah berupaya mengulik penyebab terjadinya dugaan peristiwa yang terjadi ini. Adapun, dengan insiden ini, ia meminta semua elemen di Pemkab Mojokerto agar memberikan atensi yang maksimal.
"Jadi ini yang harus menjadi catatan. Sekali lagi kami kembalikan kepada BGN. Tentu kita bersama-sama akan memberikan dukungan untuk menyempurnakan langkah-langkah di lapangan," paparnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko menambahkan, pemda siap mengadakan evaluasi lanjutan atas terjadinya insiden ini.
"Sebagaimana prinsip dari Pak Wagub, kami siap untuk melakukan evaluasi, pembenahan untuk membantu SPPG dan BGN dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari sehingga bisa lekas untuk operasional kembali," tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah