Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, ratusan siswa dan santri tersebut berasal dari SMP/MTs dan SMA/MA Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Wododadi, MTs dan MA Ponpes Maahad Annur Desa Singowangi, dan SMPN 2 Kutorejo.
Saat ini, mereka tengah dirawat intensif di beberapa Puskesmas dan Rumah sakit, seperti Puskemas Kutorejo, Gondang, Pacet, Bangsal, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Soekandar Mojosari dan RS. Sumberglagah Pacet.
''Yang di Puskemas Gondang ada 17 santri dan 1 ustazah yang dirawat,'' ujar Widya, Ustazah pendamping santri dari Ponpes Alhidayah. Selain di fasilitas kesehatan, sejumlah santri juga banyak yang dirawat di dalam ponpes.
Informasi yang dihimpun, jumlahnya diperkirakan hingga 150-an anak. Sebagian besar dari mereka mengeluhkan mual, muntah, demam, pusing hingga badan lemas. Saat ini, ratusan siswa dan santri ini dalam pantauan ketat tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto beserta RSUD.
Mereka disinyalir mengalami keracunan usai menyantap paket MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Ponpes Alhidayah, Jumat (9/1) siang. Saat itu, menu yang disajikan berupa soto ayam. Keluhan baru terasa saat malam hari saat santri tengah belajar.
''MBG hari Jumat (9/1) itu baru pertama kali diberikan setelah libur semester. Menunya soto tapi toping ayamnya bukan disuwir, tapi seperti mi ayam,'' ungkap siswa kelas X MA Alhidayah, Azizah. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah