Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Diduga Keracunan MBG, Belasan Santri dan Siswa SMP Negeri di Kutorejo Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas

Fendy Hermansyah • Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:51 WIB
LEMAS DAN MUNTAH: Salah seorang siswa SMPN 2 Kutorejo ketika dibawa ke Puskesmas Pesanggrahan Kutorejo mengeluhkan kondisi lemas, pusing, hingga muntah-muntah, Sabtu (10/1).
LEMAS DAN MUNTAH: Salah seorang siswa SMPN 2 Kutorejo ketika dibawa ke Puskesmas Pesanggrahan Kutorejo mengeluhkan kondisi lemas, pusing, hingga muntah-muntah, Sabtu (10/1).

KUTOREJO– Dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghebohkan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Belasan santri dan seorang siswa SMP terpaksa dilarikan ke sejumlah puskesmas setelah mengalami muntah, sakit perut, dan pusing usai mengonsumsi makanan berupa soto yang dibagikan di sekolah, Jumat (9/1). 

Kepala Puskesmas Pesanggrahan Kutorejo, dr. Mustakim, mengungkapkan sedikitnya 19 orang terdampak dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 18 orang berasal dari Pondok Pesantren Al-Hidayah, Desa Ketidur, terdiri dari 17 santri dan satu ustazah. 

Lalu, ditambah satu siswa SMP Negeri 2 Kutorejo di Desa Singowangi, yang mengonsumsi makanan dari dapur yang sama. "Total korban ada 19 orang. Semua sudah dilakukan pemeriksaan medis," kata dr. Mustakim, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Sabtu (10/1). 

Akibat kejadian itu, para korban harus mendapat penanganan di beberapa fasilitas kesehatan. Sejumlah siswa dirujuk ke Puskesmas Gondang, enam siswa ke Puskesmas Pacet, dan satu orang masih menjalani observasi. Sementara lainnya ditangani sesuai kondisi klinis masing-masing.

Berdasarkan keterangan medis sementara, gejala mulai muncul sejak Jumat (9/1). sore. Itu terjadi hanya beberapa jam setelah makanan MBG dikonsumsi usai salat Jumat. Keluhan awal berupa pusing, kemudian berkembang menjadi sakit perut, mual, dan muntah pada malam hingga pagi hari.

Salah satu siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kutorejo mengaku mulai merasakan sakit pada malam hari. "Malam itu perut sudah sakit, paginya muntah-muntah," ujarnya. 

Di sisi lain, pondok pesantren juga sempat menyediakan menu serupa. Namun pihak puskesmas menilai indikasi waktu kejadian tidak mengarah ke makanan pondok. "Di pondok makannya sore, sementara keluhan sudah muncul sejak sore hari setelah makan siang di sekolah," jelas dr. Mustakim.

Meski dugaan sementara mengarah pada makanan MBG, pihak medis menegaskan belum ada kesimpulan final. Proses penelusuran sumber makanan dan pemeriksaan lanjutan masih dilakukan oleh pihak terkait. "Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kesimpulan resmi belum bisa disampaikan," tegasnya.

Kasus ini menambah sorotan terhadap pengawasan distribusi dan keamanan pangan dalam program MBG, khususnya di lingkungan sekolah. Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban masih dalam perawatan dan tidak ada laporan korban meninggal dunia. (fen) 

Editor : Fendy Hermansyah
#keracunan mbg #dinkes mojokerto #mbg mojokerto