Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengapa Isra Mi'raj Disebut Sebagai Tahun Kesedihan yang Berakhir Bahagia?

Imron Arlado • Rabu, 7 Januari 2026 | 16:16 WIB
Isra Miraj menjadi pengingat untuk tetap bersabar
Isra Miraj menjadi pengingat untuk tetap bersabar

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Peristiwa Isra Miraj menjadi salah satu momentum paling penting dalam sejarah Islam.

Dibalik keagungan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, Isra Miraj kerap disebut sebagai penanda “Tahun kesedihan yang berakhir bahagia”.

Tahun sebelum Isra Miraj dikenal sebagai Aamul Huzn atau tahun kesedihan. Pada masa itu, Rasullullah SAW kehilangan dua sosok yang terpenting dalam hidup dan dakwahnya, yakni istrinya Khadijah binti Khuwailid dan pamannya, Abu thalib.

Khadijah mempunyai peran pendukung utama Nabi secara moral maupun materi, sementara Abu thalib menjadi pelindung Rasulullah SAW dari tekanan kaum Quraisy. Wafatnya kedua tokoh ini membuat perjuangan dakwah Nabi semakin berat dan penuh tantangan.

 

 

Tak hanya itu, penolakan dan tekanan dari kaum Quraisy kian meningkat. Rasulullah SAW bahkan mengalami penolakan yang menyakitkan saat berdakwah ke Thaif.

Peristiwa ini memperdalam kesedihan yang dirasakan Nabi, namun beliau tetap teguh dan sabar dalam menyampaikan risalah Islam.

Di tengah situasi penuh duka itulah, Allah SWT menghadirkan Isra Miraj sebagai bentuk penghiburan dan penguatan iman bagi Rasulullah SAW. Perjalanan luar biasa tersebut menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus tanda bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusannya.

Isra Miraj pun disebut sebagai akhir bahagia dari tahun kesedihan, karena setelah masa penuh ujian tersebut. Rasulullah SAW memperoleh penguatan spiritual yang luar biasa.

Dengan adanya peristiwa ini, dapat menegaskan bahwa setiap kesulitan pasti disertai dengan kemudahan, sebagaimana janji Allah dalam Quran.

Kini, peristiwa Isra Miraj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa perjalanan nabi  semata, tetapi juga sebagai pengingat bagi umat Islam untuk tetap bersabar dan beriman dalam menghadapi ujian hidup.

 NENSI

Editor : Imron Arlado
#kesabaran tinggi #perjalanan Nabi Muhammad SAW #Isra Miraj #Allah SWT #keteguhan