Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gula vs Pemanis Buatan: Mana yang Lebih Aman untuk Konsumsi Jangka Panjang?

Imron Arlado • Selasa, 6 Januari 2026 | 15:52 WIB
Gula atau pemanis buatan? Sama-sama manis, tapi dampaknya belum tentu sama.
Gula atau pemanis buatan? Sama-sama manis, tapi dampaknya belum tentu sama.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gula maupun pemanis buatan akan menjadi masalah jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang.

Organisasi Kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan agar tidak menggunakan pemanis buatan sebagai cara untuk mengontrol berat badan atau mengurangi risiko penyakit tidak menular dalam jangka panjang, dan menyarankan pembatasan konsumsi gula secara keseluruhan.

WHO merekomendasikan agar asupan gula bebas (gula tambahan dan gula alami dalam madu, sirup, jus buah) tidak lebih dari 10 persen dari total asupan kalori harian.

 


Pemanis Buatan

Meskipun pemanis buatan tidak mengandung kalori atau karbohidrat dan sering digunakan sebagai alternatif bagi penderita diabetes yang ingin menurunkan berat badan, studi jangka panjang menunjukkan potensi efek samping yang tidak diinginkan. Risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Pilihan terbaik mengurangi konsumsi gula atau pemanis buatan secara berlebihan dan membiasakan diri dengan makanan dan minuman rendah gula. CINDY

Editor : Imron Arlado
#Gula Darah Tinggi #Pemanis Pengganti Gula #Konsumsi pemanis #Pemanis Alami #alternatif pemanis #pemanis buatan #Minuman Berpemanis