Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Baru Tuntas, Proyek Jalan di Kelurahan Pulorejo, Senilai Rp 1,6 Miliar sudah Retak

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 2 Januari 2026 | 05:30 WIB
RUSAK: Pengendara melintas di ruas jalan lingkungan Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, yang baru dibangun dan sudah retak, Kamis  (1/1).
RUSAK: Pengendara melintas di ruas jalan lingkungan Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, yang baru dibangun dan sudah retak, Kamis (1/1).

KOTA – Proyek jalan lingkungan di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, yang molor akhirnya tuntas. Namun, aspal proyek dengan nilai kontrak Rp 1,6 miliar itu sudah mengalami retak meski baru berusia satu hari.

 

Pantauan di lokasi Kamis (1/1), ruas jalan di belakang kompleks SMPN 6 Mojokerto itu sudah bisa dilalui warga. Tak ada lagi aktivitas pekerjaan proyek. Jalan sepanjang kurang 100 meter tersebut terlihat mulus dan lebar dengan tembok penahan tanah di kedua sisinya.

 

Sialnya, jalan yang baru selesai digarap itu sudah pecah dan retak. Meski tampak minor, terkelupasnya aspal berpotensi meluas jika tak segera diperbaiki.

 

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Bina Marga Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Ferry Hendri Koerniawan mengatakan, pihaknya bakal melakukan pengecekan ke lokasi. ”Biar dilihat teman-teman, soalnya jalan Pulorejo belum BAST (berita acara serah terima proyek),” ujarnya, kemarin (1/1).

 Baca Juga: Sunrise Mall Mojokerto Dukung Ruang Ekspresi Seniman lewat Pameran Lukisan Gen Art

Ferry juga telah mengonfirmasi kerusakan tersebut kepada konsultan pengawas proyek. Hasilnya, konsultan pengawas berdalih titik aspal yang pecah sebelumnya bekas tumpukan material pasir. Bekas material tersebut tak dibersihkan secara maksimal dan berakibat aspal mengalami pecah saat proses pemadatan.

”Sudah sempat diperbaiki tapi kurang maksimal, rencana mau diperbaiki lagi,” kata konsultan itu kepada Ferry melalui pesan WhatsApp yang diteruskan ke Jawa Pos Radar Mojokerto.

 

Proyek jalan Pulorejo senilai Rp 1,6 miliar yang digarap CV Maju Mapan ini sempat membuat Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo turun ke lokasi.

Inspeksi pada Selasa (30/12) petang itu ia lakukan karena pekerjaan mengalami keterlambatan. ”Kata kontraktornya malam ini (Selasa, 30/12) selesai,” tutur Santoso.

 

Kepadanya, pelaksana proyek mengaku mengalami kendala karena harus antre membeli aspal. Hal itu mengakibatkan pekerjaan molor hingga tiga hari. ”(Yang jadi kendala) antrean pembelian aspal di pabrik,” tandasnya.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penuntasan proyek peningkatan jalan di Kelurahan Pulorejo meleset dari target. Dengan masa pekerjaan selama 48 hari, proyek yang berkontrak sejak 10 November itu harusnya tuntas pada 27 Desember.

Akibatnya, kontraktor didenda sekitar Rp 1,6 juta per hari selama masa keterlambatan. Selain di Kelurahan Pulorejo,  dinas PUPR Perakim menyebut ada proyek lain yang juga mengalami keterlambatan.

 

Untuk diketahui, Pemkot Mojokerto menggulirkan tujuh paket proyek jalan pada November 2025. Meliputi, peningkatan jalan Pulorejo Rp 1,6 miliar, peningkatan jalan Kuti-Keboan di Kecamatan Magersari Rp 808 juta.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, proyek Kuti-Keboan tuntas tepat waktu. Selain itu, bergulir pula proyek peningkatan jalan Rp 686 juta dan pemeliharaan jalan Rp 822 juta di Kecamatan Prajurit Kulon, serta pembangunan jalan Rp 475,7 juta dan dua paket pemeliharaan jalan masing-masing Rp 938 juta dan Rp 785 juta di Kecamatan Kranggan. Seluruh pekerjaan ini di-deadline rampung pada 27 Desember 2025. (adi/ris)

 

 

Editor : Imron Arlado
#proyek gagal #dprd kota mojokerto #Pemkot Mojokerto #kelurahan pulorejo #prajurit kulon #proyek aspal