JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah melewati masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), suasana sekolah kembali ramai dengan kehadiran siswa yang memulai aktivitas belajar di semester baru.
Namun, transisi dari suasana liburan menuju rutinitas sekolah seringkali menimbulkan tantangan, baik bagi siswa maupun guru. Untuk menjembatani masa transisi ini, sejumlah pendidik dan pemerhati pendidikan anak usia dini merekomendasikan kegiatan story telling sebagai metode yang efektif dan menyenangkan.
Story telling atau kegiatan bercerita bukan sekadar hiburan. Dalam dunia pendidikan, metode ini telah lama dikenal sebagai salah satu strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat, memotivasi, sekaligus mengasah keterampilan bahasa anak.
Usai libur panjang, anak-anak biasanya masih terbawa suasana santai, sehingga sulit untuk langsung fokus pada pelajaran akademik. Dengan menghadirkan cerita yang menarik, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih hangat dan tidak menegangkan.
’’Cerita adalah jembatan imajinasi. Anak-anak yang baru kembali dari liburan akan lebih mudah diajak masuk ke dunia belajar melalui kisah yang dekat dengan pengalaman mereka,’’ ujar salah satu guru PAUD di Mojokerto.
Menurutnya, cerita bertema liburan, kebersamaan keluarga, atau kisah persahabatan bisa menjadi pilihan tepat untuk mengawali hari pertama sekolah.
Manfaat Story Telling di Awal Semester
Para ahli pendidikan menekankan bahwa story telling memiliki banyak manfaat, terutama di momen awal masuk sekolah:
- Membangun kembali fokus belajar: Anak-anak yang masih terbawa suasana liburan akan lebih cepat berkonsentrasi ketika mendengarkan cerita.
- Mengasah keterampilan bahasa: Melalui cerita, siswa belajar kosakata baru, struktur kalimat, dan cara menyampaikan ide.
- Menumbuhkan rasa percaya diri: Ketika siswa diberi kesempatan untuk menceritakan kembali kisah yang mereka dengar, mereka belajar berbicara di depan teman-teman.
- Meningkatkan daya ingat: Cerita dengan alur sederhana dan tokoh yang kuat membantu anak melatih memori jangka pendek.
- Menanamkan nilai moral: Kisah tentang disiplin, kerja sama, dan kejujuran dapat menjadi sarana penanaman karakter sejak dini.
Editor : Imron Arlado