Di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, warga mengaku jenuh dan kehabisan tenaga. Supadi, salah satu warga setempat, menuturkan banjir yang terjadi sejak Minggu dini hari sempat surut pada Minggu malam. Namun, pada Senin dini hari air kembali meluap dan masuk ke rumah-rumah penduduk.
"Warga tidak bisa tidur nyenyak sejak kemarin. Kami terus berjaga selama dua hari ini," ungkapnya.
Kepala Dusun Klanting, Wahyudi, mengatakan di Dusun Klanting, Beru, dan Pulo, Desa Pulorejo, sedikitnya sekitar 20 rumah terendam banjir. Jumlah tersebut belum termasuk rumah-rumah terdampak di desa lain, seperti Desa Banyulegi dan Desa Talun.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi menunjukkan kondisi warga semakin kelelahan. Hingga Senin sore kemarin, belum tampak adanya dapur umum maupun pos kesehatan untuk membantu warga terdampak banjir.
Pada Senin (22/12) sore, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Klanting, Desa Pulorejo. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi banjir tahunan tersebut.
"Karena Sungai Lamong merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun langkah tercepat yang bisa dilakukan pemerintah daerah adalah segera melakukan normalisasi untuk mengurangi dimensi luapan air Sungai Lamong," ujarnya.
Kedatangan bupati disambut ratusan warga yang berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat dan konkret guna mengatasi banjir tahunan yang terus berulang di wilayah tersebut. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah