JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dalgona candy merupakan salah satu jajanan tradisional Korea Selatan yang belakangan kembali menarik perhatian masyarakat dunia.
Permen berbahan dasar gula ini dikenal dengan rasa manis yang khas, teksturnya yang rapuh, serta bentuk sederhana dengan berbagai cetakan simbol di bagian tengahnya.
Meski terlihat sederhana, dalgona candy memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang erat dengan kehidupan masyarakat Korea, khususnya pada masa lalu.
Dalgona candy, atau yang juga dikenal dengan sebutan ppopgi, telah ada sejak tahun 1960-an hingga 1980-an di Korea Selatan.
Pada masa itu, kondisi ekonomi masyarakat belum sebaik sekarang. Anak-anak sering membeli jajanan murah dari pedagang kaki lima, salah satunya adalah dalgona candy.
Permen ini dibuat dari gula yang dilelehkan lalu dicampur sedikit baking soda hingga mengembang dan berwarna coklat keemasan.
Nama “dalgona” sendiri berasal dari kata dalam bahasa Korea yang berarti “manis”. Hal ini sesuai dengan cita rasa permen tersebut yang dominan manis, meskipun terkadang menyisakan sedikit rasa pahit akibat proses karamelisasi gula.
Dahulu, dalgona candy bukan hanya sekedar camilan, tetapi juga menjadi bagian dari permainan anak-anak.
Salah satu hal yang membuat dalgona candy unik adalah adanya tantangan atau permainan saat memakannya.
Biasanya, pedagang akan mencetak bentuk tertentu seperti bintang, lingkaran, segitiga, atau payung di tengah permen.
Anak-anak ditantang untuk memakan bagian luar permen tanpa merusak bentuk di tengah. Jika berhasil, mereka akan mendapatkan dalgona candy tambahan secara gratis.
Permainan sederhana ini menjadikan dalgona candy bukan hanya sekedar makanan, tetapi juga sarana hiburan yang menyenangkan.
Interaksi antara penjual dan pembeli pun terasa lebih akrab, menciptakan kenangan manis bagi banyak orang yang tumbuh di Korea pada masa itu.
Popularitas dalgona candy sempat meredup seiring berkembangnya industri makanan modern dan masuknya jajanan baru.
Namun, jajanan tradisional ini kembali populer setelah muncul dalam berbagai tayangan hiburan dan drama Korea.
Salah satu momen yang paling berpengaruh adalah ketika dalgona candy ditampilkan dalam serial populer yang ditonton secara global.
Sejak saat itu, banyak orang dari berbagai negara mulai penasaran dan mencoba membuatnya sendiri. Media sosial juga berperan besar dalam kebangkitan dalgona candy.
Video pembuatan dan tantangan memakan dalgona candy banyak dibagikan, sehingga membuat jajanan tradisional ini dikenal oleh generasi muda dan masyarakat internasional.
Salah satu daya tarik dalgona candy adalah proses pembuatannya yang relatif mudah dan hanya membutuhkan sedikit bahan. Bahan utama yang digunakan hanyalah gula dan baking soda.
Gula dipanaskan hingga meleleh dan berubah warna, lalu ditambahkan sedikit baking soda untuk menciptakan tekstur berongga. Setelah itu, adonan diratakan dan diberi cetakan sebelum mengeras.
Kesederhanaan bahan dan proses ini mencerminkan kondisi masyarakat Korea pada masa lalu yang harus kreatif dengan keterbatasan.
Meski sederhana, hasil akhirnya memiliki cita rasa dan karakter yang khas. Bagi masyarakat Korea, dalgona candy bukan hanya camilan, tetapi juga simbol nostalgia masa kecil.
Jajanan ini mengingatkan pada kehidupan sederhana, kebersamaan, dan permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemui.
Kembalinya popularitas dalgona candy juga menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya kuliner tradisional di tengah arus modernisasi.
Di sisi lain, dalgona candy juga menjadi pintu bagi masyarakat global untuk mengenal lebih dekat budaya Korea.
Melalui makanan tradisional seperti ini, nilai sejarah dan kebiasaan masyarakat Korea dapat diperkenalkan secara luas.
NIYA
Editor : Imron Arlado