MOJOANYAR - Seorang warga tewas tertabrak kereta api (KA) Dhoho relasi Surabaya-Blitar di jalur double track Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Senin (22/12). Korban yang tanpa membawa identitas ini kini telah dievakuasi ke ruang pemula saraan jenazah RSUD Prof Dr Soekandar.
Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 09.51 pagi tadi. Warga sekitar melaporkan adanya sesosok pria yang sudah dalam keadaan tak bernyawa tergeletak di sisi rel KA. "Informasi dari masyarakat ada orang yang tertabrak kereta. Saya datang ke TKP (tempat kejadian perkara) sudah kondisinya meninggal dunia ditutupi daun pisang," papar Achmad Zaenuri, salah satu relawan di lokasi kejadian.
Saat ditemukan, korban berjenis kelamin laki-laki ini tidak membawa tanda pengenal. Diduga, jenazah yang mengenakan kaus oranye dan bercelana pendek hitam ini merupakan waega pencari rumput. "Di dekatnya ada sabit, tapi tadi tidak melihat ada identitasnya," imbuh relawan yang akrab disapa Zaenal ini.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah petugas dari Polres Mojokerto dan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) masih melakukan olah TKP. Sementara jenazah koran telah dievakuasi ke ruang pemulasaraan jenazah RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya membenarkan terkait peristiwa tersebut. Insiden ini bermula saat KA Commuter Line Dhoho relasi Surabaya-Blitar melintas di jalur Desa Kwedenkembar.
Tepat di KM 49+8, lokomotif Dhoho menemper orang tidak dikenal hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
"KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Penanganan telah dilakukan sesuai prosedur, dan kami mengapresiasi langkah cepat seluruh petugas di lapangan yang memastikan keselamatan perjalanan KA serta penanganan korban," papar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono melalui rilis yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto.
Dari kejadian tersebut, terang dia, petugas telah melakukan koordinasi cepat antara masinis KA 403 Commuter Line Dhoho, PPKA Stasiun Mojokerto, tim pengamanan, serta petugas jalan rel. Berdasarkan laporan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), rangkaian dan lokomotif KA 403 Commuter Line Dhoho dinyatakan dalam kondisi aman sehingga perjalanan dapat kembali dilanjutkan. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah