JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Selama ini, momen pengambilan rapor siswa identik dengan kehadiran sosok ibu sebagai orang tua yang mewakili anaknya ke sekolah.
Situasi ini telah berlangsung lama sehingga membuat keterlibatan ayah dalam urusan akademik anak tak terlihat secara langsung.
Di tengah pola tersebut, muncul perhatian terhadap pentingnya peran ayah dalam evaluasi pendidikan anak, yang kemudian melahirkan gerakan dengan fokus khusus pada kehadiran ayah saat pengambilan rapor.
Gerakan tersebut diberi nama GEMAR atau Gerakan Ayah Mengambil Rapor, sebuah inisiatif yang mendorong para ayah untuk hadir secara langsung ke sekolah saat pengambilan rapor anak.
Hadirnya GEMAR didasari oleh kenyataan bahwa peran ayah dalam pendidikan anak seringkali terbatas pada pemenuhan materi saja.
Sementara urusan sekolah, komunikasi dengan guru, dan evaluasi pembelajaran lebih banyak dilakukan oleh ibu.
Hal tersebutlah yang kemudian menciptakan ketimpangan peran yang menimbulkan jarak emosional antara ayah dan proses pembelajaran anak.
GEMAR bukanlah sekedar kegiatan simbolik, melainkan upaya memperluas peran ayah agar lebih aktif dalam memantau perkembangan akademik dan sikap anak di sekolah.
Baca Juga: Keji! Warga Seduri Mojokerto Rudapaksa lalu Gasak Motor Korban
Melalui kegiatan ini, dapat dilihat secara jelas bahwa peran ayah dalam pendidikan ayah tak berhenti sampai pemenuhan materi saja, tetapi juga hadir sebagai figur pendukung yang dapat memahami perkembangan anak secara utuh.
Kehadiran ayah secara utuh dalam dunia akademik anak membuat anak merasa lebih dihargai dan diperhatikan.
Selain itu, kehadiran ayah juga membantu membangun komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua dan anak, terutama dalam membahas pencapaian maupun tantangan belajar yang dihadapi.
Bagi siswa, kegiatan GEMAR ini memberikan dampak berupa rasa aman dan motivasi karena melihat ayah terlibat langsung dalam perjalanan pendidikannya.
Sementara bagi orang tua, terutama ayah, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kehadiran emosional dalam proses belajar sang anak.
Melalui GEMAR, kehadiran ayah dimaknai sebagai dukungan emosional yang memperkuat hubungan keluarga dan sekolah dan menegaskan bahwa pendidikan anak akan berjalan lebih optimal jika kedua orang tuanya terlibat secara seimbang dan sadar peran.
FANEZA
Editor : Imron Arlado