Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Makna Lagu “Young and Beautiful” Milik Lana Del Rey tentang Cinta, Ketakutan, dan Kefanaan

Imron Arlado • Jumat, 19 Desember 2025 | 00:37 WIB
Lagu “Young and Beautiful” milik Lana Del Rey bukan sekadar lagu cinta biasa. sumber foto: pinterest
Lagu “Young and Beautiful” milik Lana Del Rey bukan sekadar lagu cinta biasa. sumber foto: pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Lagu “Young and Beautiful” milik Lana Del Rey bukan sekadar lagu cinta biasa. Di balik iringan orkestra yang megah dan nuansa klasik yang melankolis, lagu ini menyimpan kegelisahan eksistensial tentang cinta yang diuji oleh waktu.

Dirilis sebagai bagian dari soundtrack film The Great Gatsby (2013), lagu ini merefleksikan emosi manusia yang paling rapuh: ketakutan akan kehilangan cinta ketika masa muda dan keindahan tak lagi dimiliki.

Sejak bait awal, Lana Del Rey langsung mengajukan pertanyaan yang terasa sederhana namun sarat makna: “Will you still love me when I’m no longer young and beautiful?” Pertanyaan ini bukan hanya ditujukan pada sosok kekasih, tetapi juga pada kehidupan itu sendiri.

Ia menggambarkan kegelisahan seseorang yang menyadari bahwa keindahan fisik dan pesona muda bersifat sementara, sementara cinta sering kali diharapkan untuk abadi.

Makna cinta dalam lagu ini dibalut dengan kerentanan. Cinta tidak digambarkan sebagai sesuatu yang pasti dan aman, melainkan penuh kecemasan. Tokoh dalam lagu mencintai dengan sepenuh hati, namun di saat yang sama dihantui rasa takut bahwa cintanya bersyarat.

 Ketakutan akan ditinggalkan ketika wajah menua, ketika tubuh berubah, dan ketika dunia tak lagi memuja keindahan yang sama. Tema kefanaan menjadi benang merah yang kuat.

Lagu Young and Beautiful berbicara tentang kesadaran manusia akan waktu yang terus berjalan tanpa kompromi. Dalam budaya yang kerap menilai seseorang dari penampilan, lagu ini terasa sangat relevan.

 

 

Lana Del Rey menyuarakan kegelisahan banyak orang, terutama perempuan, yang sering kali dihadapkan pada standar kecantikan dan usia sebagai tolok ukur nilai diri.

Namun di balik semua ketakutan itu, terselip harapan yang lirih. Harapan bahwa cinta sejati mampu bertahan melampaui perubahan fisik dan usia.

Pengulangan pertanyaan dalam lagu ini terdengar seperti doa yang dipanjatkan berulang kali seperti sebuah permohonan agar cinta tidak hanya memilih saat segalanya indah, tetapi juga saat segalanya mulai pudar.

Nuansa religius yang samar dalam lirik seperti “Dear Lord, when I get to heaven” menambah lapisan makna spiritual. Cinta dalam lagu ini tidak hanya bersifat duniawi, tetapi juga eksistensial.

Seolah Lana Del Rey ingin bertanya: apakah cinta yang kita cari di dunia ini mampu bertahan hingga keabadian, ataukah ia hanya sementara seperti usia dan tubuh manusia?

Dengan vokal yang lembut, sendu, dan penuh emosi, Lana Del Rey berhasil menjadikan lagu “Young and Beautiful” sebagai lagu yang tak lekang oleh waktu.

 

 

Lagu ini mengajak pendengarnya untuk bercermin, mengakui ketakutan terdalam tentang kehilangan, penuaan, dan rasa tidak lagi cukup. Pada akhirnya, “Young and Beautiful” adalah pengakuan jujur tentang cinta dan kefanaan.

Lagu ini mengingatkan bahwa cinta sejati bukan tentang bertahan selama kita muda dan indah, melainkan tentang keberanian untuk tetap mencintai dan dicintai, bahkan ketika waktu perlahan mengambil segalanya. AILEEN

 

Editor : Imron Arlado
#The Great Gatsby #lana del rey #emosi manusia #vokal #young and beautiful #makna cinta